Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

industri

Jogja-KoPi|Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mengajak anak-anak bangsa untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejurusan Industri atau Sekolah Vokasi keindustrian. SMK seperti inipun dikhususkan bagi siswa yang tertarik menggeluti dunia dibidang industri.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Haris Munandjar mengatakan bahwa sejumlah SMK Jurusan seperti Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI )di Yogyakarta sudah berada dibawah naungan Kemenperin. Naungan Kemenperin ini pun sesuai sebagai bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia ,produktivitas ,daya saing dari Indonesia.

"Masalah penting saat ini adalah meningkatkan daya saing, dan daya saing itu dikaitkan dengan produktivitas dan sumber daya manusia,"ujarnya sebelum mengisi talkshow di Hut 70 tahun SMTI Yogyakarta,Sabtu (16/12).

Haris juga menyebutkan angkatan kerja di Indonesia saat ini cukup besar yakni hampir 2,6 juta penduduk.Dan dari angka tersebut tingkatan partisipasi pekerja masih 0,33%, sementara angkatan kerja seluruhnya berjumlah 120 juta jiwa.

Haris pun menimpali untuk lulusan SMK Teknik industri diluar naungan Kemenperin memiliki total jumlah pengangguran hingga 11%.

"Persentase ini cukup besar mengingat pada jumlah angkatan kerja saat ini, oleh karenanya, sekolah Vokasi semacam SMTI ini dirasa penting,"timpalnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Latihan (Kapusdiklat) Kemenperin Mudjiono,mengucapkan SMTI dan SMK Industri naungan Kemenperin sangat sesuai uji kompetensi. Setelah siswa lulus dari Sekolah, maka siswa akan mendapatkan langsung Sertifikat Uji Kompetensi dan diarahkan ke perusahaan industri.

"Sekolah ini (SMTI) lulusannya langsung diarahakan dengan ke kebutuhan industri saat ini. Begitu lulus kemarin itu, 98% persen tenaganya terserap di dunia industri,"ucapnya

Sekolah Vokasi semacam ini pun berbeda dengan SMK lainnya seperti jumlah praktek yaitu 60% dan teori sebesar 40% dari total seluruh pertemuan pembelajaran.

Meski demikian ,berbeda dengan sekolah Negeri yang sudah membebaskan biaya SPP, sekolah vokasi masih menerapkan pembayaran SPP kepada muridnya. Seperti di SMTI, siswa membayar uang SPP sebesar Rp.70.000 per bulannya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next