Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kemenag: Harapan ke depan MDT ada di setiap kelurahan

Kemenag: Harapan ke depan MDT ada di setiap kelurahan

Jogjakarta-KoPi| Kementrian Agama Kota Jogjakarta menandatangani Mou dengan Walikota Jogjakarta terkait pendirian Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). MDT sendiri merupakan pendidikan non-formal bagi sekolah dasar.

Menurut Kepala Kemenag Kota Jogjakarta, Sigit Warsito adanya MoU dengan Pemkot Jogja merupakan salah satu upaya agar MDT memiliki payung hukum. Payung hukum ini akan memudahkan peraturan turunan dari MDT. Dalam waktu dekat Kemenag juga akan melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta.

“MoU ini membahas tentang payung besar antara pemkot dengan Kemenag kota, dari sini menyusul MoU payung kecil. Segera Insya Allah akan muncul MoU MDT antara Dinas Pendidikan dengan Kemenag,” jelas Sigit di sela acara MoU dengan Walikota Jogja di Kantor Walikota Jogja pukul 13.30 WIB.

Sigit menambahkan kebutuhan MDT saat ini begitu mendesak. Melihat minimnya jam pelajaran agama di sekolah yang hanya dua jam per minggu. Pihak Kemenag kota berupaya meminta waktu tambahan bagi anak sekolah dasar untuk belajar agama.

“MDT bahasa sederhananya ngaji. Ini melengkapi pelajaran agama yang ada, di dalamnya terdapat materi akidah. Pelaksanaan nanti setelah selesai sekolah formal  seminggu tiga kali,” imbuh Sigit.

Sebagai proyek lapangan, Kemenag Kota Jogjakarta telah menyiapkan di SDN Suryodiningratan, Mantrijeron dan SDN Kyai Mojo, Jetis.

Target empat tahun ke depan setiap kelurahan di Kota Jogjakarta terdapat satu sekolah dasar yang menerapkan MDT. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next