Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kemenag: Harapan ke depan MDT ada di setiap kelurahan

Kemenag: Harapan ke depan MDT ada di setiap kelurahan

Jogjakarta-KoPi| Kementrian Agama Kota Jogjakarta menandatangani Mou dengan Walikota Jogjakarta terkait pendirian Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). MDT sendiri merupakan pendidikan non-formal bagi sekolah dasar.

Menurut Kepala Kemenag Kota Jogjakarta, Sigit Warsito adanya MoU dengan Pemkot Jogja merupakan salah satu upaya agar MDT memiliki payung hukum. Payung hukum ini akan memudahkan peraturan turunan dari MDT. Dalam waktu dekat Kemenag juga akan melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta.

“MoU ini membahas tentang payung besar antara pemkot dengan Kemenag kota, dari sini menyusul MoU payung kecil. Segera Insya Allah akan muncul MoU MDT antara Dinas Pendidikan dengan Kemenag,” jelas Sigit di sela acara MoU dengan Walikota Jogja di Kantor Walikota Jogja pukul 13.30 WIB.

Sigit menambahkan kebutuhan MDT saat ini begitu mendesak. Melihat minimnya jam pelajaran agama di sekolah yang hanya dua jam per minggu. Pihak Kemenag kota berupaya meminta waktu tambahan bagi anak sekolah dasar untuk belajar agama.

“MDT bahasa sederhananya ngaji. Ini melengkapi pelajaran agama yang ada, di dalamnya terdapat materi akidah. Pelaksanaan nanti setelah selesai sekolah formal  seminggu tiga kali,” imbuh Sigit.

Sebagai proyek lapangan, Kemenag Kota Jogjakarta telah menyiapkan di SDN Suryodiningratan, Mantrijeron dan SDN Kyai Mojo, Jetis.

Target empat tahun ke depan setiap kelurahan di Kota Jogjakarta terdapat satu sekolah dasar yang menerapkan MDT. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next