Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kelompok Islam radikal hanya gunakan peradaban Arab yang bangkrut

Kelompok Islam radikal hanya gunakan peradaban Arab yang bangkrut

Jogja-KoPi│Buya Syafii Maarif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-13 mengatakan kelompok Islam yang keras dan radikal di Indonesia menggunakan peradaban Arab yang bangkrut.

 

“Kelompok keras itu sebenarnya menginvestai dari peradaban muslim arab yang bangkrut, jadi tidak semua tradisi Islam”, jelasnya saat diwawancarai dalam acara Seminar Internasional Budaya Tionghoa di Ballroom Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Rabu (10/5).

Menurutnya, budaya Arab tidak seharusnya dibawa dalam menganut agama Islam karena pokok ajaran Islam adalah Al Quran dan perilaku Nabi Muhammad SAW.

“Bacaan pokok adalah Al quran dan perilaku Nabi, bacaan pokok haram dan bacaan lainnya bukan asli dari Islam. Ada dimensi Arabisme yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan nabi dan Islam yang dibawa kesini, seperti kekerasan, merasa benar sendiri”, ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat terutama umat Islam untuk tidak menyamakan Islam dengan Arab, karena Islam sangat berbeda dengan Arab.

“Masyarakat yang tidak mampu bahasa arab jangan menyamakan Arabisme dengan Islam, harus hati-hati. Alquran bukan untuk Arab tapi semua umat manusia yang mau mempercayainya”, jelasnya.

Selanjutnya ia mengatakan perpecahan yang dulu terjadi pada elit politik Arab dengan alasan agama dan Al Quran mulai dirasakannya di Indonesia.

“Arabisme ini usianya sudah berabad-abad dan perpecahan elit arab pada awal abad mulai terasa beberapa saat, dan kita harus keluar dari konflik politis itu yang biasanya mereka mengatas namakan Al quran, atas nama agama. Itu hanya Arabisme”, jelas Buya.

Ia mengajak umat Islam untuk keluar dari perpecahan tersebut dan kembali pada paham pancasila dan NKRI.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next