Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kecewa, UMKM tagih janji DPRD DIY

Kecewa, UMKM tagih janji DPRD DIY

Jogjakarta-KoPi| Puluhan anggota UMKM se-DIY menggelar aksi damai ke kantor BRI jalan Cik Di Tiro, Bank Mandiri dan BPD hingga finish di gedung DPRD DIY. Massa memenuhi teras kantor perwakilan rakyat tersebut dengan orasi-orasi tuntutan kredit macet.

Wakil Ketua UMKM, Rajendro menjelaskan aksi ini bentuk kekecewaan anggota UMKM terhadap pengabaian pihak pemerintah terhadap nasib anggota UMKM. Pasalnya sudah sembilan tahun lamanya sejak tahun 2006 hingga tahun 2015 kini pedagang UMKM DIY terlilit kredit macet. Persoalan kredit macet ini berakar pada tidak dijalankannya hasil putusan bersama penghapusan biaya kredit kepada korban bencana gempa DIY 2006.

Dalam keputusan bersama tahun 2013 lalu Komisi XI DPR RI, Direksi-Direksi bank terkait dan Pemda DIY telah menyepakati penghapusan tagihan kredit macet terhadap para anggota UMKM yang menjadi korban gempa DIY tahun 2006 lalu.

“Pedagang UMKM yang terkena korban gempa tahun 2006 itu, rumahnya kan hancur, usahanya tidak punya modal. Itu dari Komisi XI, DPRD DIY, bank-bank sepakat untuk menghapus tagihan kredit macet ini, dengan negara yang membayarkan kepada bank,” papar Rajendro saat aksi damai di gedung DPRD pukul 12.30 WIB.

Namun Rajendro menyayangkan pihak baik pihak Komisi XI DPR RI maupun Pemda DIY belum memiliki kesungguhan menyelesaikan persoalan mereka. untuk Komisi XI DPR RI pihak UMKM telah melayangkan surat permohonan penyelesaian. Bahkan pihak Pemda DIY sewaktu ditemui pada Februari lalu sempat akan membentuk tim khusus untuk penyelesaian kasus ini.

“DPRD sudah berkali-kali (kami datengin), Mentri sudah dikirimi surat sejak awal. Bahkan tahun ini DPRD DIY akan membentuk tim kecil khusus untuk penyelesaian saat pertemuan Februari lalu. Hal ini dijanjikan belum terealisasikan,” pungkas Rajendro.

Sementara pihak DPRD tidak ada di tempat ketika UMKM melakukan aksi damai. Semua anggota DPRD berada di luar kota. Perwakilan dari Humas DPRD menjelaskan akan menyampaikan ke pihak dewan untuk mengusulkan diadakannya audiensi ulang dengan pihak UMKM. |Winda Efanur FS |

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next