Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

KAMU desak penuntasan 18 tahun kasus Udin

KAMU desak penuntasan 18 tahun kasus Udin

Jogjakarta-KoPi| KAMU ( Koalisi masyarakat untuk Udin) menggelar aksi bisu di depan Gedung Agung Jogjakarta pukul 16.00-17.00 WIB.

Aksi ini bertujuan untuk menampar pihak pemerintah khususnya kepolisian untuk menuntaskan kasus Udin. Udin seoarang wartawan Bernas mati terbunuh karena berota korupsi Pemda Bantul pada 16 Agustus 1996 lalu.
Hingga memakan waktu 18 tahun 10 hari ini, belum ada titik terang terhadap pengungkapan siapa pembunuh Udin.

Aksi ini dikuti oleh para aktivis dan beberapa wartawan yang peduli terhadap Udin. Aksi ditandai dengan menutup mulut dengan lakban sembari memegang selebaran aspirasi menuntut pengungkapan kasus Udin. Aksi yang berlangsung sekitar satu jam ini diakhiri dengan memukul kentongan sebanyak 18 kali.

“ Kita ketuk kentongan selama 18 kali untuk menandai selama 18 tahun kasus ini terjadi. Nah sekarang kasusnya belum selesai, kasus ini adalah kasus korupsi. Udin menulis tentang korupsi itu hal yang luar biasa. Korupsi itu hal yang harus dilawan oleh semua orang. Ini harusnya menjadi inspirasi bagi wartawan berani menulis korupsi”, papar salah seoarang KAMU, Hendrawan Setiawan.

Selama 18 tahun 10 hari, bukanlah waktu yang singkat namun waktu yang sangat panjang. Lambannya pihak berwenang mengusut kasus pembunuhan Udin menunjukan ketidakseriusan kepolisian.

Seiringnya berjalannya waktu, bahkan tertimbun ratusan kasus kriminal lain. Nama Udin bahkan kasus pembunuhannya tidaklah membusuk. Sebaliknya,Udin menjadi ikon perjuangan jurnalis menulis tentang kebenaran. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next