Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Jogjakarta-KoPi|  Pada tanggal 17 Juni 2015 pukul 16.00-17.00 WIB MUI Jogja beserta pemuka agama di DIY akan menggelar rukyah di Pesisir Parangkusumo. Meskipun beberapa kalangan MUI sudah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Kamis (18/6), kegiatan rukyah sebagai upaya menetapkan keyakinan.

Pasalnya berdasarkan hitungan jatuh pada hari Kamis namun sesuai pertauran pusat dipakai cara rukyatul hilal.Penetapan awal bulan Ramadhan dengan rukyah merujuk pada perintah MUI pusat.

Serupa dengan cara yang digunaka oleh Arab Saudi untuk menentukan awal bulan Ramadhan.

“ Prinsip penggunaan rukyah ini yang dipakai pemerintah merujuk pada Mekkah. Namun Mekkah dengan sini hanya terpaut 4 jam. Biasanya di sini belum sampai, di sana (Mekkah) sudah tampak”, papar Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah.

Adanya selisih jam tersebut diakui oleh Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah bisa menyebabkan perbedaan waktu berpuasa. Namun dia menambahkan dari kalangan Muhammadiyah Jogja tidak ada perbedaan waktu puasa.

“ Awal puasa tahun 2015-2022 bakal sama dengan Muhammadiyah”, tutur Drs. Jufrihansah saat menghadiri Launching promosi kesehatan Dinkes DIY di Balaikota pukul 10.30 WIB.

Namun terlepas dari ketentuan rukyah nantinya, Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah memberi kebebasan kepada umat Islam.
“ Dalam hisab itu umat Islam diberi kebebasan. Silahkan kalau mau yakin, tapi biasanya sudah mengambil sikap dan yang dianut pemerintah seperti ini. Bila ada umat yang mengambil sikap lain tetap dihormati”, papar Drs. Jufrihansah.  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next