Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jokowi tandatangani perjanjian perangi narkoba dengan Manila

Photo: AFP Photo: AFP

Manila-KoPi| Indonesia dan Filipina Senin (10/2) menandatangani perjanjian memerangi kejahatan narkoba, meskipun ada upaya oleh Manila untuk mencegah Indonesia untuk eksekusi mati penyelundupan heroin Philipina.

Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Filipina, Benigno Aquino mengumumkan setelah pembicaraan mereka dan melalui penandatanganan memorandum untuk bertukar intelijen perdagangan narkoba, namun tidak menyebutkan kasus terdakwa wanita asal Pilipina.

Pemerintah Jokowi telah mengeksekusi mati enam penyelundup narkoba dan sedang mempersiapkan untuk mengeksekusi 11 lebih - di antara mereka orang asing.

"Filipina dan Indonesia memegang posisi yang sama pada berbagai isu regional dan internasional," kata Aquino setelah pembicaraan dengan mitranya dari Indonesia.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam melindungi buruh migran dan meningkatkan perdagangan dan investasi. Aquino mengatakan kedua negara, yang keduanya memiliki garis pantai yang panjang, telah sepakat untuk bekerja sama dalam isu-isu maritim.

"Kami sama-sama didorong untuk lebih meningkatkan pendekatan kerjasama batas maritim, kerjasama perbatasan dan kerjasama dalam memerangi pencurian hasil laut," katanya.

Namun kedua pemimpin tidak membahas ketegangan yang tumbuh di wilayah itu karena klaim teritorial yang bertentangan atas Laut Cina Selatan. Cina mengklaim hampir semua perairan ini termasuk jalur pelayaran penting dan lahan perikanan. Hal ini bertentangan dengan klaim teritorial Filipina serta Vietnam, Malaysia dan Taiwan.

Cina menganggap Indonesia memiliki peran penting dalam menenangkan ketegangan antara Manila dan Beijing atas sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, menurut analis. Pada bulan Agustus, Presiden terpilih-Joko Widodo mengatakan kepada surat kabar Asahi Jepang bahwa Indonesia memiliki hubungan bilateral yang lebih baik dengan Cina daripada hubungan Filipina dengan Cina, siap untuk bertindak sebagai perantara.|AFP

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next