Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jokowi : Mancanegara kagum dengan kamejemukan Indonesia

Jokowi : Mancanegara kagum dengan kamejemukan Indonesia
Sleman-Kopi|Dalam kunjungannya ke Kongres Pancasila ke IX di UGM,Presiden Jokowi mengatakan kemajemukan Indonesia mendapat pertanyaan dan masukan dari banyak kepala negara dunia.
Pesan dan kesan tersebut ia dapa saat dirinya melakukan kunjungan dan pertemuan antarkepala negara beberapa waktu sebelumnya. Mereka sering bertanya kepada Jokowi bagaimana pengelolaan negara Indonesia yang damai meski memiliki banyak suku bangsa.
 
"Saya bertemu dengan kepala negara seperti presiden,PM dan raja ,Saya selalu sampaikan bahwa indonesia terdiri dari 17 ribu pulau,memiliki 714 suku yang beragam,dan 1100 lebih bahasa lokal. Mereka bertanya balik bagaimana mengelolanya?managementnya  apa?,mereka mengungkapkan bahwa mereka sangat terkagum dengan Indonesia,"ujarnya saat menyampaikan sambutan Kongres Pancasila di UGM ,Sabtu (22/7).
 
Selain itu, Jokowi juga menceritakan salah satu pertemuannya yang paling berkesan dengan Presiden Afganistan,Asif Ragani. Asif mengungkapkan kepada presiden Jokowi bahwa indonesia sangat mirip dengan Afganistan serta memiliki  potensi terjadi perpecahan konflik seperti yang terjadi di Afganistan.
 
"Afganistan punya kekayaan alam yang hampir mirip dengan Indonesia ,ladang minyak dan tambang emas yang besar namun karena gesekan konflik maka terjadi lah peperangan.Kekayaan disana kurang terkelola dengan baik. Konflik pun terus berkecamuk selalu terjadi ,dan saat ini  ada 40 kelmpok yg saling berperang. Padahal mereka hanya memiliki 2 suku,"
 
Pada pertemuannya dengan Presiden Afganistan, ia mendapatkan masukan dari Asif agar tetap menjaga keragaman Indonesia dan kedamaian antar sesama di Indonesia. Pengendalian gesekan menjadi kunci utama agar konflik tidak terjadi di suatu negara. 
 
Presiden pun menanggapi bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki solusi pada potensi gesekan di Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila menjadi alat peredaman konflik antar suku bangsa di Indonesia. 
 
Dari masukan Presiden Afganistan tersebut,Jokowi pun menghimbau kepada peserta Kongres Pancasila dan seluruh warga indonesia agar belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui konflik dan perang. Ia mengatakan pancasila dapat menjadi pemersatu bangsa dalam menyatukan kemajemukan Indonesia.
 
"Bagaimana kita buat majemuk,bhineka bisa satu,rukun dan damai? Jawaban saya karena indonesia punya Pancasila. Alhamdulilah kita bisa hidup gotong royong karena Pancasila. Indonesia diharapkan menjadi rujukan internasional sebagai contoh negara yang rukun dan damai dalam kemajemukan dunia,"tandasnya.| Ardli
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next