Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jokowi keluarkan paket deregulasi ekonomi dan akan pimpin langsung

Jokowi keluarkan paket deregulasi ekonomi dan akan pimpin langsung

Jakarta-KoPi| Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan paket kebijakan deregulasi ekonomi tahap pertama di Istana Merdeka, Rabu, 9 September 2015. Paket kebijakan deregulasi ekonomi ini diberi nama paket September 1.

Paket ini mencakup tiga poin penting. Pertama, mendorong daya saing industri nasional. Pemerintah akan fokus melakukan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha.

Jokowi menyebutkan ada 89 peraturan yang dirombak dari 154 peraturan, sehingga bisa menghilangkan duplikasi dan memangkas peraturan yang tidak relevan dan menghambat daya saing.

Untuk mendorong daya saing industri nasional ini, pemerintah sudah menyiapkan 17 rancangan peraturan pemerintah yang akan memperbaiki prosedur perizinan dan peningkatan kualitas layanan.
Presiden juga menjelaskan untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tingkat suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) dipotong sebesar 22-23% menjadi 12%.

Kedua, mempercepat proyek startegis nasional dengan menghilangkan beberapa hambatan, antara lain penyederhanaan izin, penyelesaian tata ruang, serta percepatan pengadaan barang dan jasa.

Pemerintah juga akan terus menggerakkan mesin pertumbuhan dengan mendorong percepatan belanja melalui peningkatan daya serap anggaran dan juga melakukan langkah-langkah penguatan neraca pembayaran.
Ketiga, meningkatkan investasi di sektor poroperti. Pemerintah, kata Jokowi, mendorong kebijakan khusus rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Saya meyakini, paket ekonomi tahap I ini akan memperkuat industri nasional, mengembangkan UMKM dan koperasi, dan akan memperlancar perdagangan antar daerah," ujarnya.

Jokowi juga berkomitmen untuk mengawal dan memimpin langsung paket kebijakan ekonomi ini, sehingga bisa menjadi terobosan dalam menggerakan perekonomian nasional

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next