Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jogja kota batik dunia, Sultan HB X rencanakan pembangunan museum batik

Penyerahan duplikat sertifikat batik di Pagelaran Kraton Penyerahan duplikat sertifikat batik di Pagelaran Kraton

Jogjakarta-KoPi| Penetapan Kota Jogjakarta sebagai kota batik dunia, Sultan Hamengkubawono X berkomitmen akan mengembangkan dan melestarikan batik secara intens. Sultan Hamengkubawono X berencana akan membangun musium batik di Jogjakarta.

“Mendalami pelestarian dan pemanfaatan agar di Jogjakarta, saya berharap agar segera dibangun museum batik, sebagaimana museum batik di Pekalongan”, jelas Sultan Hamengkubawono X saat perayaan Jogja sebagai kota batik di dunia di Pagelaran Kraton pukul 16.00 WIB.

Tindak lanjut rencana pembangunan musium batik akan berbasiskan pada desa seperti kawasan Makam Imogiri. Pemanfaatan desa untuk pengembangan dan pelestarian batik karena desa memiliki variasi corak batik yang lebih beragam.

“Memanfaatkan desa sebagai pintu untuk pelestarian dan pegembangan batik, karena dekat dengan Makam Imogiri di situ ada akulturasi budaya, agar menghasilkan seni batik yang semakin bercorak di Indonesia,” tutur Sultan Hamengkubawono X.

Mengenai lokasi museum batik, Sultan Hamengkubawono X mengusulkan di Kotagedhe. Menempati bekas rumah heritage yang memilki koleksi batik.

“Museum batik kita lihat dulu, kita ada heritage di Kotagede siapa tahu lokasinya cocok, itu heritage yang ditinggalkan pemilik, itu bisa dimuseumkan,” terang Sultan Hamengkubawono X.

Sementara Walikota Jogjakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan lokasi museum batik memungkinkan dibangun di lima kawasan heritage Kraton, Kotagede, Pakualaman, Malioboro, dan Kotabaru. Namun dari kelima kawasan tersebut, Haryadi menilai kawasan Kraton dan Kotagede yang paling memungkinkan dibangun museum batik.

“Antara seputaran wialyah Kraton dan Kotagedhe, kita lihat nanti, apa membangun yang sudah ada atau membangun baru, tapi tempat itu harus bisa terjangkau oleh warga dari masyarakat, pegiat seni, anak-anak sekolah,” jelas Haryadi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next