Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Inilah bahaya obat tidur

Inilah bahaya obat tidur

KoPi| Para peneliti dari  University Washington menemukan risiko kecelakaan meningkat bagi  orang yang mengkonsumsi Restoril (temazepam), Desyrel (trazodone) atau Ambien (zolpidem).Para peneliti menyebutkan bahwa Resiko yang berlanjut sampai satu tahun di kalangan pengguna masih batas wajar.

“Risiko yang terkait dengan obat tidur sudah diketahui lama, meskipun studi ini menunjukkan beberapa fakta konsekuensi yang menarik," kata psikiatri di University of Pennsylvania di Philadelphia Michael Grandner.

Menurut Badan Pengawasan Makanan dan  Obat pada tahun 2013 kasus Ambien semakin mengkhawatirkan, dengankenaikan beberapa tahun terakhir.

Untuk mengurangi bahaya terkait dengan kantuk di siang hari, dianjurkan dosis yang lebih rendah dari produk Ambien. Untuk menghindari pengemudi harian.

"Temuan ini teramat mengejutkan Pil tidur adalah masalah besar, "kata juru bicara American Academy of Sleep Medicine, Dr Christopher.

"Studi ini mengejutkan  bahwa banyak dokter tidak tahu bagaimana pasiennya bisa tidur, kebanyakan mereka malah membius pasien", katanya.

Grandner merekomendasikan pengobatan insomnia tidak obat, tetapi terapi perilaku kognitif.

Mengenai jenis terapi ini"menggunakan satu set alat untuk mengubah jadwal Anda dan pada dasarnya memprogram ulang otak Anda untuk tidur. Terapi perilaku kognitif efektif dan jauh lebih aman daripada banyak resep obat tidur.

Publikasikan secara online tanggal 11 Juni di American Journal of Public Health, Ryan Hansen dari University of Washington di Seattle melaporkan catatan kecelakaan kendaraan bermotor lebih dari 400.000 pegendara.

|Himmatul Khoiroh|news.health.com|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next