Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Sleman-KoPi|Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono tak mempermasalahkan datangnya tenaga kerja asing seperti dosen dan profesor asing datang mengajar ke universitas-universitas di indonesia. Hal itu ia katakan dengan garis bawah asalkan mereka (dosen asing dan professor asing ) tidak mengambil alih seluruh mata kuliah wajib oleh dosen-dosen dalam negeri. 
 
Rektor menyampaikan hal tersebut sebagai respon terhadap peraturan presiden (PERPRES) Nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing yang terbit pada 26 Maret 2018 ,khususnya pada wacana kemenristekdikti yang menginginkan datangnya 200 dosen asing. Sehingga muncul pula kekhawatiran dosen-dosen asing tersebut dapat meng alih pekerjaan tetap dosen-dosen dalam negeri
 
Menurutnya, kekhawatiran ini sangatlah lumrah. Ia pun menekankan selama dosen-dosen dan tenaga asing tersebut diberikan tempat yang sesuai keberadaan mereka dibutuhkan, maka hal ini tidak akan menimbulkan permasalahan di berbagai institusi.
 
"Ketika memberikan pekerjaan kepada tenaga asing itu pada bidang-bidang yang kita perlukan dan jika jumlahnya (bidang yang ditangani) itu terbatas. Maka saya kira tidak ada masalah kedepannya,"ujarnya saat ditemui di kantor Rektor UGM, Kamis (19/4).
 
Ia pun menjelaskan bahwa UGM sendiri memiliki dosen asing yang jumlahnya sedikit. Jumlahnya kurang dari 1% dari total jumlah semua dosen yang ada di UGM. Kebanyakan dosen asing tersebut berada di Fakultas Ilmu Budaya UGM dan mengajar di prodi Bahasa Korea dan Bahasa Jepang. 
 
Mereka (dosen-dosen asing) inipun juga tidak dipekerjaan sebagai dosen tetap, tetapi hanya dipekerjaan dalam jangka waktu yang lama. Sementara di fakultas lain, keberadaan dosen-dosen asing hanya datang temporer, entah itu, harian, mingguan, ataupun 3 bulanan. 
 
"Kalau di UGM itu keberadaan dosen asing itu sudah sangat biasa. Kita saat ini pun di FIB ada beberapa dosen asing seperti dosen bahasa Korea, seperti bahasa Jepang dan bahasa lainnya itu sampai satu tahun. Kemudian di fakultas lain ada dosen yang datang kesini temporer yang tujuannya mengajar dalam beberapa minggu atau beberapa saat. Kunjungan paling sering diadakan adalah untuk kuliah umum,"tutur panut.
 
Panut pun menambahkan pola UGM dalam mendatangkan dosen-dosen asing bukan lewat gaji, namun hanya sebagai bentuk kerja sama antara UGM dan Universitas asing untuk membangun jejaring, kolaborasi penelitian, serta kolaborasi antar dosen dalam negeri dan dosen asing. Ia pun menerangkan UGM tidak akan bisa menggaji dosen asing yang menggantikan dosen dalam negeri.
 
"Mereka datang dengan dana sponsor atau mitra dari negera mereka. Namun jika semisal kami diberikan tambahan dosen asing (oleh pemerintah), kami dengan senang hati mau tapi asal kami tidak membayar gajinya karena jika membayar gajinya akan sangat berat,"imbuhnya.
 
Mengenai keuntungan yang bisa diambil dari kedatangan tenaga kerja asing ke UGM, Panut memaparkan mereka bisa datang sebagai katalisator kepada mahasiswa untuk mengenal luar negeri dan terbiasa dengannya. Kepada dosen-dosen UGM, mereka dapat membangun kualitas institusi dengan penelitian-penelitian mendalam dan mampu mencerahkan dunia akademis indonesia dan UGM.
 
"Sehingga nantinya mahasiswa dan mahasiswi kita terbiasa interaksi dengan orang asing, bekerja di luar negeri, atau bekerja di perusahaan asing. Kepada dosen-dosen, semoga hal ini bisa menciptakan kerja sama yang baik agar bisa menghasilkan penelitian yang baik dan mendalam," pungkas Panut.
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next