Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia menjadi contoh penanganan teroris tercepat di dunia

Indonesia menjadi contoh penanganan teroris tercepat di dunia

Sentul-KoPi| Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Pol Drs. H. Hamidin menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu merasa bangga dengan rekor penanganan teroris tercepat di dunia. Aksi terorisme di Sarinah dan Jl HM Thamrin beberapa waktu lalu hanya membutuhkan waktu 22 menit untuk mengatasinya.

"Bahkan untuk investigasi terorisme, dunia belajar kepada Indonesia," tegasnya di sela paparannya yang berjudul "Penanganan Terorisme di Indonesia" kepada peserta Satgasus dan KDPT se-DKI Jakarta dalam kegiatan Rapat Kerja I FKPT DKI Jakarta (27-28/01), di Indonesian Peace Security Center (IPSC) Sentul, Jawa Barat.

Hamidin juga menyatkan bahwa dalam penanganan terorisme harus tegas dan piawai memonitor perencanaan aksi-aksi terror, sebab perekrutan anggota teroris kini tertuju kepada usia rawan generasi muda, remaja usia 21 tahun s.d 30 tahun (47,3 %).

"Terutama sekali pola perekrutan melalui teknologi media sosial,"jelasnya.

Menurut Hamidin saat ini terdapat 7 organisasi pendukung ISIS yang masing-masing dikoordinir oleh 3 pemimpin besar, yaitu Aman Abdurrahman, Abu Bakar Baasyir, dan Santoso. Oleh karena itu penting mewaspadai beberapa faktor terjadinya aksi terorisme, di antaranya adalah ideologi, dendam, ekonomi, konflik perbedaan pandangan.

Selain itu, Direktur BNPT ini juga mengungkapkan beberapa kasus teror yang belum terungkap.

Ada beberapa kasus teroris yang belum terungkap, yaitu aksi teror pimpinan Zulkarnain (tokoh senior), 26 yang sedang dicari, 5 orang suku igur (imigran Thailand) yang tergabung dalam kelompok Santoso,” terangnya. |Aziz|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next