Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Indonesia menjadi contoh penanganan teroris tercepat di dunia

Indonesia menjadi contoh penanganan teroris tercepat di dunia

Sentul-KoPi| Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Pol Drs. H. Hamidin menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu merasa bangga dengan rekor penanganan teroris tercepat di dunia. Aksi terorisme di Sarinah dan Jl HM Thamrin beberapa waktu lalu hanya membutuhkan waktu 22 menit untuk mengatasinya.

"Bahkan untuk investigasi terorisme, dunia belajar kepada Indonesia," tegasnya di sela paparannya yang berjudul "Penanganan Terorisme di Indonesia" kepada peserta Satgasus dan KDPT se-DKI Jakarta dalam kegiatan Rapat Kerja I FKPT DKI Jakarta (27-28/01), di Indonesian Peace Security Center (IPSC) Sentul, Jawa Barat.

Hamidin juga menyatkan bahwa dalam penanganan terorisme harus tegas dan piawai memonitor perencanaan aksi-aksi terror, sebab perekrutan anggota teroris kini tertuju kepada usia rawan generasi muda, remaja usia 21 tahun s.d 30 tahun (47,3 %).

"Terutama sekali pola perekrutan melalui teknologi media sosial,"jelasnya.

Menurut Hamidin saat ini terdapat 7 organisasi pendukung ISIS yang masing-masing dikoordinir oleh 3 pemimpin besar, yaitu Aman Abdurrahman, Abu Bakar Baasyir, dan Santoso. Oleh karena itu penting mewaspadai beberapa faktor terjadinya aksi terorisme, di antaranya adalah ideologi, dendam, ekonomi, konflik perbedaan pandangan.

Selain itu, Direktur BNPT ini juga mengungkapkan beberapa kasus teror yang belum terungkap.

Ada beberapa kasus teroris yang belum terungkap, yaitu aksi teror pimpinan Zulkarnain (tokoh senior), 26 yang sedang dicari, 5 orang suku igur (imigran Thailand) yang tergabung dalam kelompok Santoso,” terangnya. |Aziz|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next