Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indonesia masih jauh dari kebangkitan Featured

Indonesia masih jauh dari kebangkitan
Surabaya - KoPi | 20 Mei merupakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Deklarasi mengenai kebangkitan ini didasarkan pada tanggal berdirinya perkumpulan yang dinamakan Budi Oetomo. Budi Oetomo sendiri lahir atas miskinnya pendidikan bangsa Indonesia yang telah dijajah ratusan tahun oleh Belanda.

Perkumpulan tersebut bertujuan untuk mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, dan juga kemahiran. Namun, apakah indonesia telah bangkit secara utuh saat ini?

Menurut pandangan masyarakat Surabaya, Indonesia masih jauh dari kebangkitan. Yogi, selaku karyawan swasta di Surabaya menilai kebudayaan negatif yang tertanam di masyarakat Indonesia membuat Indonesia sulit untuk bangkit.

“Korupsi, kekerasan, sering melakukan kesalahan yang sama adalah bentuk bahwa Indonesia sama sekali belum bangkit. Dan masih jatuh terpuruk,” ujarnya.

Pak Suleman, tukang becak yang biasa beroperasi di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya juga menilai bahwa Indonesia sama sekali belum bangkit. “Bangkit dari mana toh Mbak, orang susah kayak saya saja masih banyak. Sudah bangkit itu kalau masyarakatnya makmur, sejahtera, gak ada orang miskin,” ujar Suleman.

Lain lagi dengan Rahma, mahasiswi sebuah universitas di Surabaya yang menilai Indonesia sedang tahap proses menuju kebangkitan. Adanya sistem penerapan yang baik merupakan jalan untuk mengangkat Indonesia dari keterpurukan.

“Sedang bangkit, tidak terlalu terpuruk tapi belum tegak. Makanya pejabat-pejabat dibangkitkan moral dan etikanya, karena mereka itu contoh. Jadi ketika kebangkitan moral mereka sudah ada, mental masyarakat akan mengikuti,” ujar Rahma.

Apakah Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia hanya tameng belaka? Tameng bahwa Indonesia pernah bangkit, sedangkan saat ini justru semakin terpuruk. Mentalitas masyarakat dan pejabat diyakini sebagai penyebab Indonesia masih jauh dari kebangkitan.

“Seharusnya Hari Kebangkitan Nasional itu tidak sekedar disuarakan hanya dalam satu hari besar. Setiap hari seharusnya pemimpin Indonesia menyuarakan untuk bangkit. Kalau cuma dijadikan hari besar seperti ini, justru membuat semangat bangkit hanya muncul setahun sekali,” lanjut Rahma. | Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next