Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

IIS UGM Serukan Penarikan Investasi Produksi Senjata Nuklir

IIS UGM Serukan Penarikan Investasi Produksi Senjata Nuklir

Jogja-KoPi| Aktivis antisenjata nuklir dari berbagai belahan dunia melakukan aksi 26 September Global Day for Action untuk mengecam kegiatan investasi yang dilakukan oleh BNP Paribas, bank multinasional asal Prancis. Seruan ditujukan agar BNP Paribas menarik seluruh investasinya kepada perusahaan-perusahaan produsen senjata nuklir.

Di Indonesia, aksi yang sama dilakukan oleh Institute of International Studies Universitas Gadjah Mada (IIS UGM) melalui penyebaran kampanye anti penggunaan senjata nuklir di media sosial dan penerbangan spanduk “Make Peace, Not Nukes” di langit lapangan Graha Sabha Pramana UGM.

 Yunizar Adiputera, salah satu juru kampanye International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) mengatakan aksi mereka bertujuan untuk membuka ruang partisipasi publik dalam menghentikan produksi senjata nuklir dengan melakukan kampanye divestasi dari industri senjata nuklir.

“Kita mengajak publik untuk mendesak institusi-institusi keuangan global menghindari investasi di bidang yang jelas-jelas bertentangan dengan norma kemanusiaan,” kata Dosen Hubungan Internasional Fisipol UGM ini dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Kamis (27/9).

 Yunizar menyebutkan Traktat Pelarangan Senjata Nuklir yang dibuat oleh PBB berlaku secara penuh dan mengikat, namun traktat tersebut perlu diratifikasi oleh setidaknya 50 negara. Status ini penting guna mempersempit ruang gerak pengembangan senjata nuklir.

Sayangnya, dari 14 negara yang telah meratifikasi, Indonesia belum termasuk di dalamnya. Maka dari itu, target utama kampanye ICAN dan IIS UGM di Indonesia adalah mendorong pemerintah agar segera meratifikasi TPNW.

“Sebagai negara yg berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan, ratifikasi trakat tersebut seharusnya menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah. Semakin cepat, maka semakin kuat norma pelarangan yang dibangun,” pungkas Yunizar. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next