Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hasil pantauan BPOM masih 16% produksi produk tidak memenuhi ketentuan

Kepala Balai Besar POM, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers Kepala Balai Besar POM, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers

Jogjakarta-KoPi| Selama periode Januari-Agustus 2015 Balai Besar POM DIJ telah melakukan pemeriksaan pada produksi dan distribusi obat, pangan, kosmetik dan obat tradisional.

Hasil pemeriksaan menemukan 210 sarana produksi terdapat 176 sarana (83,81%) memenuhi ketentuan dan 34 sarana (16,19%) tidak memenuhi ketentuan. Sementara dari hasil 582 sarana distribusi yang diperiksa terdapat 342 sarana (58,76) memenuhi ketentuan dan 240 sarana (41,24) tidak memenuhi ketentuan.

"Pemeriksaan sarana yang legal dan produk yang legal seperti supermarket dan apotik, sementara untuk sarana ilegal dan produk legal itu kewenangan polisi," tutur Kepala Balai Besar POM DIJ, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers di kantor Blai Besar POM DIJ pukul 10.00 Wib.

Produk yang terkena razia didominasi oleh produk kosmetik dan obat kuat tradisional. Penemuan beberapa kosmetik megandung bahan berbahaya seperti melamin. Beberapa produk lainnya tidak memilki ijin edar.

Pihak BPPOM DIJ mengakui kasus pelanggaran hukum yang terjadi akibat kelalaian pihak produsen yang tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku. BPPOM DIJ menghimbau kepada konsumen untuk lebih jeli ketika membeli produk.

" Kami menghimbau kepada konsumen mengecek KIK, kemasan, ijin edar, dan kadaluarsa," imbuh Ary.

| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next