Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Hasil pantauan BPOM masih 16% produksi produk tidak memenuhi ketentuan

Kepala Balai Besar POM, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers Kepala Balai Besar POM, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers

Jogjakarta-KoPi| Selama periode Januari-Agustus 2015 Balai Besar POM DIJ telah melakukan pemeriksaan pada produksi dan distribusi obat, pangan, kosmetik dan obat tradisional.

Hasil pemeriksaan menemukan 210 sarana produksi terdapat 176 sarana (83,81%) memenuhi ketentuan dan 34 sarana (16,19%) tidak memenuhi ketentuan. Sementara dari hasil 582 sarana distribusi yang diperiksa terdapat 342 sarana (58,76) memenuhi ketentuan dan 240 sarana (41,24) tidak memenuhi ketentuan.

"Pemeriksaan sarana yang legal dan produk yang legal seperti supermarket dan apotik, sementara untuk sarana ilegal dan produk legal itu kewenangan polisi," tutur Kepala Balai Besar POM DIJ, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers di kantor Blai Besar POM DIJ pukul 10.00 Wib.

Produk yang terkena razia didominasi oleh produk kosmetik dan obat kuat tradisional. Penemuan beberapa kosmetik megandung bahan berbahaya seperti melamin. Beberapa produk lainnya tidak memilki ijin edar.

Pihak BPPOM DIJ mengakui kasus pelanggaran hukum yang terjadi akibat kelalaian pihak produsen yang tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku. BPPOM DIJ menghimbau kepada konsumen untuk lebih jeli ketika membeli produk.

" Kami menghimbau kepada konsumen mengecek KIK, kemasan, ijin edar, dan kadaluarsa," imbuh Ary.

| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next