Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hari Nelayan, mahasiswa UGM : pemerintah harus pro nelayan

Hari Nelayan, mahasiswa UGM : pemerintah harus pro nelayan

Jogjakarta-KoPi| Dalam memperingati hari nelayan Indonesia yang jatuh pada hari ini, puluhan mahasiswa pertanian UGM melakukan long march sepanjang jalan Malioboro. Mereka mengawali start di Stasiun Tugu hingga finish di Nol Kilometer.

Menurut koordinator aksi Febrianus mengatakan mereka menuntut agar pemerintah membuka mata untuk memperhatikan nasib para nelayan. Dalam orasinya mereka meminta pemerintah untuk melihat dan merasakan penderitaan para nelayan.

“Kami yang ada di sini sedikit ini yang peduli, kebanyakan mahasiswa pertanian lainnya menganggap hari nelayan sebagai simbolik saja”, kritiknya.

Febrianus menambahkan pemerintah dalam hal ini berkewajiban memberikan kebijakan yang mendukung nelayan. Hal itu terwujud pada tiga tuntutan yang mereka perjuangkan :

·    Meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pendidikan non-formal dan formal di sekitar pesisir pantai. Pemerintah dihimbau untuk memebrikan fasilitas sekolah-sekolah tidak lebih dari 3 kmdari bibir pantai. Pendidikan non formal dilakukan tepat sasaran. Tidak hanya melulu disandarkan pada proyek dan program kerja.
·    Menyediakan pos kesehatan di pesisir pantai. Pemerintah harus menyediakan pos-pos kesehatan demi meningkatkan taraf kesehatan nelayan.
·    Penyediaan koperasi alat lengkap. Ketersediaan alat tangkap yang jauh, minimnya teknologi tangkap dan pola hidup yang masih konsumtif. |Roihatul Firdaus, Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next