Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bandara di Kulonprogo batal

Bandara di Kulonprogo batal

Jogjakarta-KoPi| Akhirnya perjuangan warga WTT ( Wahana Tri Tunggal) berbuah manis, sidang terhadap gugatan IPL Gubernur DIY telah memenangkan warga WTT dalam sidang putusan yang digelar di PTUN Jogja pukul 11. 00 WIB siang tadi.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Indah Tri Haryanti SH mempertimbangkan pembangunan bandara baru di Kulonprogo tidak ada dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional dan Provinsi.

Namun dalam rancangan RTRW provinsi justru adanya pengembangan bandara Adi Sucipto, Jogjakarta. Selain itu majelis hukum juga menimbang kawasan sepanjang Pantai Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul rawan bencana tsunami.

Putusan mejelis hakim disambut sorak dan syukur oleh para warga WTT. Selanjutnya, mejelis hakim meminta pemda untuk mencabut SK Gubernur no 68/KEP/2015 tentang Ijin Penetapan Lokasi (IPL) Bandara di wilayah Temon, Kulonprogo.

Salah satu warga WTT, Samiyati sangat bersyukur dengan keputusan mejelis hakim. Dia menegaskan derahnya sudah bagus dan subur tidak perlu ada pembangunan bandara baru.

Namun berbeda dengan tim tergugat, Kabiro Hukum sekretariatan daerah DIY, Dewo Isnubroto menyanyangkan lebih putusan hakim pada pengembangan badara Adi Sucipto, Jogjakarta.

“Ini masuk wilayah pengembangan. Jika ini daerah rawan tsunami harusnya disikapi pembangunan yang canggih, seperti Palembang. Jika ini yang dikhawatirkan daerah rawan tsunami kenapa penduduk diperbolehkan tinggal di situ”, kritik Dewo.

Secara terpisah bersamaan dengan jalannya persidangan, para mahasiswa berunjuk rasa di luar pengadilan PTUN Jogja. Massa menuntut jalannya sidang berlaku adil dan fair.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next