Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Haedar Nashir : Sesama Muslim Hendaknya Saling Menahan Diri

Haedar Nashir : Sesama Muslim Hendaknya Saling Menahan Diri

Jogja-KoPi| Umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, saat ini benar-benar diuji. Dalam menghadapi kasus Ahok, bukan hanya banyak yang berbeda cara dan strategi, tetapi mungkin juga ada yang berbeda pemahaman atau pandangan. Kondisi seperti ini sering terjadi dalam kehidupan umat Islam di mana pun sepanjang sejarah.



Selain itu, jika menyangkut beda paham dan pandangan, masalah yang dihadapi biasanya dapat menjadi rumit dan kian mengeras, bahkan sering sulit dipertemukan. Lebih-lebih manakala unsur politik juga masuk di dalamnya, maka nuansanya dapat semakin tajam.

Dalam suasana yang demikian, Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan, diperlukan sikap sabar yang superekstra dalam menanggapi hal tersebut. “Maka, sungguh diperlukan sikap lapang hati untuk saling menahan diri. Jangan terus saling menyudutkan, menyalahkan, dan menegasikan satu sama lain,” pungkas Haedar ketika ditemui pada Kamis (10/11).

Haedar melanjutkan, saat ini sesama umat Islam benar-benar sedang diuji kesabaran dan kebatahan dirinya. Karena itu ia menyarankan agar umat Islam dapat membuktikan ukhuwah Islam seiman di kala susana berat seperti ini. Para tokoh Islam juga diharapkan dapat saling tasamuh dan menenangkan suasana dengan menyiramkan air sejuk di hati umat.

“Media sosial juga diharapkan jangan menjadi ajang kian memanaskan hati dan suasana. Semuanya diharapkan lebih seksama, bertabayun, dan bersabar. Jangan mudah terpancing dan terprovokasi, agar umat Islam keseluruhan tetap terjaga kondusif,” jelasnya.

Haedar juga menegaskan untuk menghindari ujaran dan tindakan yang dapat saling mencedarai hati satu sama lain. Jauhi tindakan yang dapat merugikan sesama umat Islam sendiri. Maruah atau kehormatan Islam sungguh dipertaruhkan dalam menghadapi situasi pelik seperti sekarang ini. Belajar diam dan menahan diri sebagaimana tuntunan Nabi jauh lebih utama.

“Tantangan kita umat Islam sungguh berat. Jika di tubuh umat sendiri centang peranang, malah tidak elok. Mari praktikkan ukhuwah dan akhlak mulia ke dalam dan ke luar di kala menghadapi ujian berat seperti ini,” tutup Haedar.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next