Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hadapi MEA, Dinpar DIY 'matangkan' SDM pariwisata

Hadapi MEA, Dinpar DIY 'matangkan' SDM pariwisata

Jogjakarta-KoPi| Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi optimis bidang pariwisata DIY mampu bersaing menghadapi masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu yang menjadi andalan bidang pariwisata, ditunjang dengan sektor jasa adanya restoran hotel yang tumbuh di Jogja.

Sektor pariwisata DIY saat ini memiliki potensi sumber daya alam sekaligus sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Hal ini menjadi peluang bagi Pemda DIY untuk memajukan sektor pariwisata yang ada. Namun Imam menggaris bawahi, tiga hal yang menjadi tantangan memajukan pariwisata di DIY.

“Dinas Pariwisata DIY masih menganut sistem pasar tunggal, dengan kendala angkatan kerja pendidikan rendah, pembangunan infrastruktur, perubahan iklim dan potensi industri kreatis yang berhubungan dengan pariwisata,” jelas Imam saat diskusi pariwisata DIY menghadapi MEA di lobby gedung DPRD DIY, Kamis 19 November 2015.

Dalam hal ini Dinpar berkomitmen memajukan sumber daya manusia di sektor pariwisata. Terutama dengan menggalakkan sertifikasi pegawai. “Tahun ini bulan Desember akan diadakan sertifikasi bagi 100 tenaga kerja sektor pariwisata dalam hal ini perhotelan dan restauran, kita harapkan agar naik lagi,” kata Imam.

Sementara staf ahli Jogja Tourism Training Centre UGM, Condroyono menegaskan pentingnya sertifikasi bagi karyawan yang bekerja di sektor pariwisata. Bahkan sertifikasi karyawan telah menjadi amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata.

“Semua profesi pariwisata harus tersertifikasi, sertifikasi pegawai hotel, bahkan sampai pramusaji,” jelas Condroyono.

Berdasarkan penelitian statistik sumber daya manusia Indonesia berada di peringkat empat negara-negara ASEAN di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. Sementara di tingkat dunia berada di posisi 50 dari 151 negara |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next