Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Haaa? Gaji sopir Gojek bisa sampai Rp 13 juta!

Haaa? Gaji sopir Gojek bisa sampai Rp 13 juta!

Surabaya-KoPi| Keberadaan ojek online yang dikenal dengan sebutan Gojek ini gempar di kalangan masyarakat. Meskipun hanya bisa diakses di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali, Gojek memiliki dampak luar biasa bagi pengguna dan sopirnya. 


Fahmi Rahmadani, salah satu sopir Gojek di Surabaya mengatakan keuntungan yang luar biasa dari perusahaan yang dipegang oleh Nadim Makarim tersebut.

“Dulu saya kerja di Alat Kesehatan, gaji cuma Rp 4 juta tapi capeknya luar biasa. Terus saya ditawari teman untuk jadi sopir Gojek. Dan dia berpenghasilan perbulannya sebesar Rp 13 juta,” ujarnya kepada KoPi.

Fahmi, yang baru satu bulan menjadi sopir Gojek ini mengaku kaget dengan manajemen yang ditawarkan oleh pihak Gojek. 

Sebelumnya, Gojek menawarkan ragam jenis pilihan yang bisa diakses oleh pengguna. Seperti Go Food, Go Drive, Go Shop dan ragam jenis lainnya. Hal ini membantu mempermudah mobilitas pengguna untuk memenuhi kebutuhannya.

Tidak hanya itu, pihak Gojek menawarkan harga yang sangat murah. Yaitu promo sebesar Rp 15 ribu untuk setiap jarak maksimum 25 kilometer.

“Rasanya mustahil Mbak jadi tukang ojek bisa berpenghasilan puluhan juta kalau promo hanya sebesar Rp 15 ribu itu,” ujar Fahmi saat menyetir motornya.

“Jadi, Meskipun Mbak hanya bayar Rp 15 ribu, pihak Gojek bayar saya sesuai dengan kilometer dan diakumulasi harga sesuainya. Satu kilometernya Rp 4 ribu dikali jarak sesungguhnya. Itu hasil yang saya peroleh,” tuturnya.

Fahmi mengaku setiap hari hanya mengantongi uang sebanyak Rp 85 - 150 ribu dari pelanggan. Namun, perusahaan Gojek membayarnya bisa sampai dua kali lipat, tergantung akumulasi kilometer yang ditempuh.

“Coba Mbak bayangkan saja, kalau akumulasinya tidak pakai kilometer sesungguhnya mana bisa sopir Gojek dapat puluhan juta setiap bulannya. Belum kalau dipotong biaya administrasi,” ujar sopir yang bulan ini telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 4 juta.

Meskipun menguntungkan, Gojek menuai kontroversi bagi kalangan ojek konvensional dan beberapa pihak. 

“Masih jadi pertanyaan besar, dari mana perusahaan Gojek berani bayar besar, padahal selalu promo. Saya tidak mau ikut pusing, yang penting kerja,” tutupnya setelah saya memberikan ongkos Gojek sebesar Rp 15 ribu meskipun kredit Gojek yang diterimanya dari perusahaan tersebut sebesar Rp 25 ribu. 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next