Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Guru Besar Ekonomi UI persoalkan dilema impor beras

Guru Besar Ekonomi UI persoalkan dilema impor beras

Jogjakarta-KoPi| “Harga beras di Indonesia jauh lebih tinggi dari harga internasional, dahulu kalau fluktuasi harga internasional harga beras di nasional cenderung stabil, kini malah sebalikya harga beras di internasional stabil harga di nasional tidak stabil,” kata Guru Besar Ekonomi UI, Mohamad Ikhsan.

Selain masalah harga, sejak masa Orde Baru permasalahan beras selalu menjadi perbincangan hangat. Hal lain yang turut mejadi sorotan tentang ketersediaan beras dan korelasinya dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Menurut Mohamad Ikhsan berdasarkan data Badan Pusat Statistik produksi beras nasional saat ini belum mencukupi kebutuhan rakyat nasional. “Dalam keadaan normal pun beras ga cukup, indeks beras kita -0,67,” saat mengisi Ekonomi Talks Telaah Kebijakan Perberasan dan Dampaknya di Indonesia di Gedung Pertamina Tower FEB UGM pukul 13.00 WIB.

Sementara produksi beras yang menjadi variabel pangan utama masyarakat terus menurun, seiring dengan buruknya cuaca dan bertambahnya konsumsi beras. Seperti dampak cuaca seperti El Nino yang akan melanda wilayah Indonesia. Mohamad Ikhsan memprediksi El Nino berupa kekeringan panjang berimbas pada perununan produksi pertanian.

“Dampak El Nino terhadap produksi pangan akan menurun. Kalau data tahun 2010 lalu terjadi devisiasi sekitar 4,1%, produksi beras drop 1,76 juta ton,” jelas Mohamad Ikhsan yang juga menjabat Staf Ahli Wakil Presiden RI.

Dalam hal ini Mohamad Ikhsan mendukung kebijakan pemerintah untuk impor beras, menutup kekhawatiran ketersediaan beras, “Data ini pijakan untuk mengambil keputusan, mau tidak mau harus impor.”

Meski mendukung kebijakan impor beras, namun di sisi lain Mohamad Ikhsan mengkhawatirkan posisi para petani. Mohamad Ikhsan mempertegas peran pemerintah memberikan solusi terhadap persoalan krisis pangan.
 
“Pemeritah dalam hal ini harus tegas siapa yang mau diproteksi peningkatan kesejahteraan produksi atau para petani,” pungkasnya. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next