Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gempa Wonosari, berpotensi gempa susulan

Gempa Wonosari, berpotensi gempa susulan

Jogjakarta-KoPi| Siang tadi pukul 13. 05 menit terjadi gempa di Wonosari selama beberapa detik. Gempa berkekuatan 3,4 skala richter terletak di titik koordinat 7.95 LS dan 110.50 BT sekitar 11 kilometer barat Kota Wonosari pada kedalaman 15 km.

Menururt Kepala Sie. Data dan Informasi Teguh Prasetyo mengatakan gempa diakibatkan oleh aktivitas sesar OPAK di wilayah Wonosari. “Gempa skala 3 richter hanya paling menggetarkan kaca”, paparnya.

Teguh menambahkan Jogja berada di wilayah yang rawan gempa adanya tiga lempeng tektonik, lempeng Pasifik, Eurasia dan Indo Australia. Sebagai antisipasi tim BMKG memasang alat pendeteksi gempa radon dan percusor.

“Perecusor dan radon, bila ada gempa akan terlihat dengan turunnya permukaan 100 m air tanah, juga ada perubahan suhu di dalam tanah. Alat ini di pasang di daerah Piyungan, Sleman dan Pundong, Bantul”, papar Teguh.
Pemanfaatan alat ini akan terdeteksi terjadinya gempa setelah lima menit. Sementara alat untuk mendeteksi pra gempa tim BMKG belum memiliki.

Teguh mengakui adanya gempa kecil berpotensi terjadi gempa lainnya, skalanya pun bervariasi dari kecil hingga besar. Gempa susulan yang terjadi bentuk dari penyeimbang lempeng yang mencari titik kestabilan.

“Kalau sering terjadi gempa kecil, kemungkinan gempa besarnya jauh, justru yang mengkhawatirkan lama gak ada gempa tiba-tiba terjadi gempa besar. Gempa ibarat bumi mengeluarkan energinya”, papar Teguh.

Sementara untuk antisipasi wilayah laut Tim BMKG memasang sirine di laut Parangtritis. Sirine akan berbunyi sekitar 20 menit sebelum terjadi Tsunami. Potensi terjadinya tsunami bila terjadi gempa di atas 7 skala richter di laut.
Namun Teguh menyayangkan sirine baru terdapat di pantai Paragtritis saja, sedangkan pantai lainnya belum mempunyai alat peringatan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next