Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

FPI mengultimatum Polda Jabar agar menangkap Ketum GMBI

FPI mengultimatum Polda Jabar agar menangkap Ketum GMBI

KoPi| Front Pembela Islam melalui akun twitternya Ahad, (15/1) memberikan ultimatum yang ditujukan pada Polda Jabar dan LSM GMBI. Ultimatum yang disiarkan itu memberikan waktu 2 x 24 jam mulai Ahad 15 Januari 2016 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 16 Januari 2017 pukul 00.00 WIB .

FPI menuntut Polda Jabar menahan Ketua Umum GMBI dan anak buahnya yang terlibat menyerang ulama dan para santrinya. Sementara cabang GMBI yang ingin berdamai diwajibkan minta maaf dan dipersilakan membubarkan diri.

FPI mengancam akan melakukan tindakan sendiri untuk membalas apa yang telah dilakukan LSM GMBI. bunyi Ultimatum tersebut sebagai berikut:

Polda Jabar harus menahan Ketum GMBI dan Gerombolannya yang Menyerang Ulama dan Santri. JIka Tidak, Jangan Salahkan Umat Islam Akan Cari dan Kejar Sendiri. Tegakkan Qisosh: Luka dibayar Luka, Darah dibayar Darah, Patah dibayar Patah, Nyawa dibayar Nyawa. Cabang GMBI yang mau Berdamai harus meminta maaf kepada umat Islam dan membubarkan diri. 

Sebelumnya FPI merasa difitnah oleh pemutarbalikkan fakta insiden yang terjadi setelah selesainya pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Jabar. Berikut adalah video versi FPI: 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next