Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

FPI mengultimatum Polda Jabar agar menangkap Ketum GMBI

FPI mengultimatum Polda Jabar agar menangkap Ketum GMBI

KoPi| Front Pembela Islam melalui akun twitternya Ahad, (15/1) memberikan ultimatum yang ditujukan pada Polda Jabar dan LSM GMBI. Ultimatum yang disiarkan itu memberikan waktu 2 x 24 jam mulai Ahad 15 Januari 2016 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 16 Januari 2017 pukul 00.00 WIB .

FPI menuntut Polda Jabar menahan Ketua Umum GMBI dan anak buahnya yang terlibat menyerang ulama dan para santrinya. Sementara cabang GMBI yang ingin berdamai diwajibkan minta maaf dan dipersilakan membubarkan diri.

FPI mengancam akan melakukan tindakan sendiri untuk membalas apa yang telah dilakukan LSM GMBI. bunyi Ultimatum tersebut sebagai berikut:

Polda Jabar harus menahan Ketum GMBI dan Gerombolannya yang Menyerang Ulama dan Santri. JIka Tidak, Jangan Salahkan Umat Islam Akan Cari dan Kejar Sendiri. Tegakkan Qisosh: Luka dibayar Luka, Darah dibayar Darah, Patah dibayar Patah, Nyawa dibayar Nyawa. Cabang GMBI yang mau Berdamai harus meminta maaf kepada umat Islam dan membubarkan diri. 

Sebelumnya FPI merasa difitnah oleh pemutarbalikkan fakta insiden yang terjadi setelah selesainya pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Jabar. Berikut adalah video versi FPI: 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next