Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Forex Hukum minimalnya subhat dalam agama Islam

Forex Hukum minimalnya subhat dalam agama Islam

Jogjakarta-KoPi| Perdagangan Forex menjadi tren di kalangan masyarakat. Pekerjaan mudah yang hanya mengamati fluktuasi harga dengan iming-iming untung yang besar.

Namun banyak orang tidak sadar walaupun terlihat sederhana, Forex memiliki kerumitan perhitungan di dalamnya. Forex memaksa pelaku untuk memiliki kecerdasan finansial, cerdas keputusan dan spekulasi.
Menurut Dr. Mamduh Hanafi produk Forex abstrak. Fluktuasinya sangat tinggi. Pelaku membutuhkan 24 jam untuk mengamatinya.  Bahkan bagi pelau amatir yang mengamanahkan ke broker profesioal juga tidak menyelesaikan masalah.

“Sering terjadi kesalahpahaman antara pemilik modal dengan brokernya, beberapa broker lalai tidak memasang sesuai patokan pemilik, atau yang lebih parah broker yang tidak bertanggung jawab dengan ditinggal liburan, fluktuasi tidak bisa dikendalikan anjlok, akibatnya pemilik bangkrut”, kata Dr. Mamduh Hanafi.

Di samping memiliki resiko di bidang finansial, Forex juga menjadi perdebatan di kalangan Islam. Islam selalu memprioritaskan perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Menanggapi hal ini pengurus pondok Nurul Ummah, KH. Abdul Muhaimin bagi orang yang mengenal kehati-hatian, jual beli yang dzalim itu  tidak boleh. Hal ini kan erat kaitannya dengan fluktuasi nilai. Kalau melibatkan orang yang tidak tahu resiko akan mengakibatkan kerugian besar.

Dia juga menambahkan Forex memiliki penjelasan ilmiahnya bentuk perdagangan rasional. Meskipun uraian ilmiah mematahkan unsur judi di dalamnya namun penambahan nilainya masih meragukan.

“Kalau judi ini bukan model tradisional. Ini jadi minimal berada level subhat. Tapi subhat bagi level orang yang memilki analisis terhadap fluktuasi. Bagi orang yang tidak tahu  itu bisa judi. Itu unsur haramnya juga tinggi. Unsur ribanya juga tinggi. Dari ilmiah itu bukan judi dalam perhitungannya. Kalau kaidah fiqh untuk ribanya gimana?”,  tutur Kyai Muhaimin.

Kedua tokoh ini sepakat menggantungkan pekerjaan pada forex amat beresiko bagi masyarakat. Mereka menyarankan masyarakat biasa tidak bermain di wilayah abu-abu ini. Lebih baik beinvestasi pada properti, tanah atau emas lebih konkret dan bisa dengan mudah dikendalikan prosesnya. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next