Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Film “Guru Bangsa” kibarkan kembali cita-cita kebangsaan Tjokroaminoto

Film “Guru Bangsa” kibarkan kembali cita-cita kebangsaan Tjokroaminoto

Surabaya – KoPi | Surabaya mendapat kehormatan menjadi kota pertama dalam launching film “Guru Bangsa Tjokroaminoto”. Hal itu tidak lepas dari fakta Surabaya adalah kota asal HOS Tjokroaminoto. Launching film yang disutradari oleh Garin Nugroho tersebut diumumkan oleh para artis dan produser di rumah kediaman asli HOS Tjokroaminoto di Gang Peneleh Surabaya.

Bagi para artis dan produser, film “Guru Bangsa” ini bukanlah sekedar film sejarah semata. Christine Hakim dan Reza Rahadian yang menghadiri launching film “Guru Bangsa” menganggap film ini adalah wujud kepedulian mereka terhadap masa depan kebangsaan Indonesia. Film yang bercerita mengenai sejarah hidup Hadji Oemar Said Tjokroaminoto tersebut membawa pesan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai nasionalisme.

Karena itu, peluncuran film “Guru Bangsa” ini diintegrasikan dengan kegiatan Kongres Pemuda 2015. Kongres tersebut rencananya diadakan di 3 kota; Surabaya yang mengawalinya, disusul Yogyakarta dan Jakarta. Resolusi yang dihimpun dalam kongres tersebut nantinya akan disampaikan kepada Presiden RI untuk menjadi masukan bagi masa depan bangsa Indonesia.

Hal itu juga diamini Reza Rahadian. Bagi Reza yang memerankan sosok Tjokroaminoto, film Guru Bangsa ini adalah film yang sangat penting. Ia bercerita sebenarnya sudah lama ia ingin berperan menjadi salah satu pahlawan nasional. Karena itu ia sangat gembira ketika ditawari casting film “Guru Bangsa”.

Reza mengatakan, film adalah media yang sangat efektif untuk menyampaikan sesuatu. Film sejarah lebih daripada itu. Selain mengajarkan sejarah, di dalamnya juga ada pesan-pesan penting, mengenai kebangsaan, cinta tanah air, dan kemanusiaan. Ia berharap film “Guru Bangsa” bisa membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat.

“Film ini bisa menjadi media belajar bagi masyarakat yang lebih efektif dan mudah dimengerti. Selama ini masyarakat Indonesia masih belum terbiasa membaca buku dan lebih menyukai menonton televisi. Karena itu, film bisa menjadi media yang lebih mudah diterima masyarakat,” ungkap Reza.

Reza sendiri juga menjadi pembicara dalam Kongres Pemuda 2015. Ia berbagi pandangan mengenai kebangsaan Indonesia dari pengalamannya membintangi sejumlah film.

Film “Guru Bangsa” ini dibintangi oleh nama-nama besar, antara lain Reza Rahadian, Chelsea Islan, Christine Hakim, Dedi Petet, Sujiwo Tejo, Maia Estianti, Deva Mahendra, dan Putri Ayudya. Film ini rencananya akan tayang pada April mendatang.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next