Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Fadli Zon jadi Presiden GOPAC, belum ada manfaat bagi pemberantasan korupsi Indonesia

Fadli Zon jadi Presiden GOPAC, belum ada manfaat bagi pemberantasan korupsi Indonesia

Jogjakarta-KoPi| Konferensi internasional GOPAC ( Global Oragnizations For Parliament Against Corruption) pada Kamis, 8 Oktober lalu di Jogajakarta. Telah menetapkan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC periode 2015-2017. GOPAC merupakan organisasi parlemen dunia yang memiliki konsern memberantas korupsi di dunia. Organisasi GOPAC memiliki 109 negara.

Dengan terpilihnya Fadli Zon menjadi paradok bagi pemberantasan korupsi di dalam negeri. Pasalnya dalam waktu bersamaan DPR RI justru tengah mengusulkan revisi UU KPK yang menjadi pertentangan masyarakat.

Dalam hal ini, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi ( PUKAT), Hifdzil Alim mengkritik terpilihnya Fadli Zon sebagai presiden GOPAC merupakan leputusan yang kurang tepat.

“Pilihan yang kurang tepat. Fadli menurut saya kurang memiliki curiculum vitae dalam hal pencegahan maupun pemberantasan korupsi,” kata Hidzil Alim.

Bagi Hifdzil Alim jabatan GOPAC Fadli Zon belum bisa memberikan manfaat terhadap pemberatasan korupsi di Indonesia, dengan adanya usulan revisi UU KPK.

Hal senada juga diungkapkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Fiaruska Raynaldo, Fadli Zon harus memilki komitmen membenahi korupsi di dalam negeri terlebih dahulu.

“Benarin yang dalam dulu, baru benahin yang ada di luar.banyak kasus darurat korupsi , pembunuhan Salim Kancil, ini tanda negara gak baik-baik saja,” jelas Fiaruska disela unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di Bunderan UGM pukul 16.00 Wib.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next