Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Eksekusi mati Mary Jane, "citra" Rejim Jokowi-JK

Eksekusi mati Mary Jane, "citra" Rejim Jokowi-JK

Jogjakarta-KoPi| Dalam waktu dekat pemerintah akan mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba Mary Jane. Beberapa kalangan aktivis HAM menganggap kasus Mary Jane bagian dari ketidakadilan di Indonesia.

Selama pemerintahan rejim Jokowi-JK pelaksanaan eksekusi mati sudah yang kedua kalinya. Sebagian kalangan aktivis HAM menilai eksekusi mati ini tidak menjadi indikator adilnya hukum di Inonesia.

Menurut Direktur Indonesian Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu mengatakan penegakan hukum di Indonesia yang tidak berkeadilan. Hal ini terkait penegakan hukum kasus korupsi, pemerintah masih melempem dan terkesan tebang pilih.

Penegakan hukum yang berkeadilan merupakan amanat dari Nawacita progran Jokowi-JK. Namun dalam kenyataan hukum di Indonesia masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Untuk kasus di Jogja saja, tentang kasus Persiba yang merugikan 12 M itu melibatkan penguasa pengurus partai pusat, sudah jadi tersangka sejak sejak juli 2012 lalu. Namun aparat penegak hukum menahan saja tidak berani, tetapi bagi orang miskin mereka tegas sekali, jangan ini dianggap sebagai prestai dari rezim Jokowi-JK”, papar Wahyu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pusham UII, Sumiardi menegaskan pelaksanaan eksekusi mati tidak lantas menunjukan prestasi pemerintahan Jokowi-JK. Jangan dianggap citra agar terlihat bagi dunia internasional bahwa hukum di Indonesia tegas. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next