Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dr.Nirajan: Buddha lahir di Nepal bukan India

Dr.Nirajan: Buddha lahir di Nepal bukan India

Borobudur- KoPi| Duta Besar Nepal untuk Indonesia Dr. Nirajan Man Song Basnyat mengatakan tengah menjajaki upaya kerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam bidang pariwisata. Hal ini disampaikannya dalam The Conference of Lumbini The Birthplace of Buddha di Hotel Manohara, Borobudur, Selasa 4 Juli 2017.

Dr. Nirajan mengungkapkan Buddha dilahirkan di Taman Lumbini, Nepal, namun masyarakat dunia lebih mengenalnya lahir di India. Sementara itu, Indonesia sendiri memiliki Candi Borobudur yang megah. Duta Besar untuk Indonesia, Malysia dan Filiphina tersebut berharap ada kerjasama pariwisata yang saling menguntungkan antarnegara.

"Saya berharap wisatawan Nepal bisa berkunjung ke Borobudur dan sebaliknya wisatawan Indonesia bisa datang di Taman Lumbini, kelahiran Buddha di Nepal." ujarnya.

Duta Besar untuk tiga negara Indonesia, Malaysia dan Filiphina tersebut juga meengatakan akan melaporkan hasil konferensi ini kepada Presiden Nepal agar tercapai sinergi yang lebih kokoh antarnegara.

Sementara, Suhartanto, Divisi Layanan Taman Wisata Candi Borobudur mengatakan menyambut baik upaya penjajakan kerja sama ini meskipun masih pada tahap awal.

Menurutnya hal itu bisa menjadi ajang promosi yang kuat untuk semakin memperkenalkan Candi Borobudur di dunia Internasional, terutama wisatawan Nepal.

"Wisatawan Nepal bisa berkunjung ke Magelang untuk melihat langsung kemegahan Candi Borobudur," katanya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pelaku pariwisata Kabupaten Magelang dan Muspika serta pengelola Balai Ekonomi Desa ( Balkondes) Desa Borobudur.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next