Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Dr.Nirajan: Buddha lahir di Nepal bukan India

Dr.Nirajan: Buddha lahir di Nepal bukan India

Borobudur- KoPi| Duta Besar Nepal untuk Indonesia Dr. Nirajan Man Song Basnyat mengatakan tengah menjajaki upaya kerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam bidang pariwisata. Hal ini disampaikannya dalam The Conference of Lumbini The Birthplace of Buddha di Hotel Manohara, Borobudur, Selasa 4 Juli 2017.

Dr. Nirajan mengungkapkan Buddha dilahirkan di Taman Lumbini, Nepal, namun masyarakat dunia lebih mengenalnya lahir di India. Sementara itu, Indonesia sendiri memiliki Candi Borobudur yang megah. Duta Besar untuk Indonesia, Malysia dan Filiphina tersebut berharap ada kerjasama pariwisata yang saling menguntungkan antarnegara.

"Saya berharap wisatawan Nepal bisa berkunjung ke Borobudur dan sebaliknya wisatawan Indonesia bisa datang di Taman Lumbini, kelahiran Buddha di Nepal." ujarnya.

Duta Besar untuk tiga negara Indonesia, Malaysia dan Filiphina tersebut juga meengatakan akan melaporkan hasil konferensi ini kepada Presiden Nepal agar tercapai sinergi yang lebih kokoh antarnegara.

Sementara, Suhartanto, Divisi Layanan Taman Wisata Candi Borobudur mengatakan menyambut baik upaya penjajakan kerja sama ini meskipun masih pada tahap awal.

Menurutnya hal itu bisa menjadi ajang promosi yang kuat untuk semakin memperkenalkan Candi Borobudur di dunia Internasional, terutama wisatawan Nepal.

"Wisatawan Nepal bisa berkunjung ke Magelang untuk melihat langsung kemegahan Candi Borobudur," katanya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pelaku pariwisata Kabupaten Magelang dan Muspika serta pengelola Balai Ekonomi Desa ( Balkondes) Desa Borobudur.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next