Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Disbud terus genjot promosi museum Jogja

Museum Benteng Vredeburg Museum Benteng Vredeburg

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan Kota Jogja tengah meningkatkan upaya mendekatkan museum kepada masyarakat. Beberapa program yang telah berjalan seperti wajib mengunjungi museum denga bus wisata, renovasi dan fasilitas museum,dan membuat profil museum yang disebarkan melalui media massa.Di Jogjakarta sendiri terdaftar 42 museum dengan 33 diantaranya di bawah Badan Musyawarah Museum (Baramus).

Kepala Bidang Sejarah Purbakala Kota Jogja, Erlina Hidayati menjelaskan secasra khusus Dinas kebudayaan menggandeng tim kreatif Jogja untuk menjalin kerjasama. Khusus membicarakan perkembangan museum ke depan.

“ Kita undang mereka, kami berdsiskusi di situ, perkembangan museum seperti apa, menurut temen-temen dunia kretaif seperti apa yang layak,” kata Erlina.

Anggaran dana pembinaan museum menggunakan dana istimewa total menyentuh Rp 19 milyar. Alokasi dana untuk perbaikan dan pembangunan baru ruang museum. Seperti Museum pangeran Diponegoro di Tegalrejo.

“ Perbaikan fisik dan bangun baru, itu museum tidak layak bahan edukasi disangat kurang, kami bangun ruang audio kantor pegelola dan ruang koleksi,” tambah Erlina.

Sementara untuk optimalisasi pembinaan museum, tim dari Baramus DIY masih menunggu untuk ketentuan akreditasi museum. Melalui akreditasi museum diklasifikasi mana yang layak dijadikan museum maupun tidak.

“ Belum jelas akreditasi untuk instruksi lebih lanjut, nanti akan diklasifikasi maya yang layak jadi museum tau tidak, yang tidak akan kita bina lagi,” pungkas Erlina. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next