Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Disbud bakal gelar Gendhing Gaya Jogjakarta

Disbud bakal gelar Gendhing Gaya Jogjakarta

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan Jogjakarta akan menggelar karawitan “Pagelaran Gendhing-Gendhing gaya Jogjakarta” pada Sabtu malam, 18 April 2015 di “Joblo Mbah Mono”, Dusun Gondang Lutung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta. Tepatnya di Jl. Palagan Tentara Pelajar, Km.12, RT 02, W 19.

Dalam acara ini disbud bekerjasama dengan  ‘Arpro Buana Lestari’(EO), dan komunitas pemerhati karawitan gaya Yogyakarta pimpinan Drs. Siswadi, M. Sn.
Adapun para pelaku karawitan “Bremarararas’, suatu himpunan seniman karawitan dari unsur Kraton Kasultanan, Pura Pakualaman, RRI Yogyakarta, Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta, Jurusan Karawitan SMK Neg. I, Kasihan, Bantul Yogyakarta, serta seniman Karawitan dri Kulon Progo, Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Harus diakui bahwa persebaran gending-gending karawitan gaya Yogyakarta pada kelompok-kelompok karawitan di wilayah-wilayah Kabupaten di DIY tidak sepopuler gending-gending karawitan Gaya Surakatarta. Hal inilah yang mendorong Sdr. Siswadi dan kawan-kawan membentuk suatu komunitas pemerhati karawitan gaya Yogyakarta yang senantiasa memikirkan pengembangkan gending-gending karawitan gaya Yogyakarta agar lebih diapresiasi, dikenali oleh masyarakat, khususnya para pelaku karawitan itu sendiri.

Dalam kondisi yang demikian, penyajian gending-gending karawitan gaya Yogyakarta di luar tembok Kraton sudah semestinya senafas dengan dinamika dan cita rasa mayarakat di luar istana dengan tanpa menghilangkan cita rasa dan identitas sebagai gending-gending karawitan ‘gagrag Ngayogyakarta’.
|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next