Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Disbud bakal gelar Gendhing Gaya Jogjakarta

Disbud bakal gelar Gendhing Gaya Jogjakarta

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan Jogjakarta akan menggelar karawitan “Pagelaran Gendhing-Gendhing gaya Jogjakarta” pada Sabtu malam, 18 April 2015 di “Joblo Mbah Mono”, Dusun Gondang Lutung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta. Tepatnya di Jl. Palagan Tentara Pelajar, Km.12, RT 02, W 19.

Dalam acara ini disbud bekerjasama dengan  ‘Arpro Buana Lestari’(EO), dan komunitas pemerhati karawitan gaya Yogyakarta pimpinan Drs. Siswadi, M. Sn.
Adapun para pelaku karawitan “Bremarararas’, suatu himpunan seniman karawitan dari unsur Kraton Kasultanan, Pura Pakualaman, RRI Yogyakarta, Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta, Jurusan Karawitan SMK Neg. I, Kasihan, Bantul Yogyakarta, serta seniman Karawitan dri Kulon Progo, Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Harus diakui bahwa persebaran gending-gending karawitan gaya Yogyakarta pada kelompok-kelompok karawitan di wilayah-wilayah Kabupaten di DIY tidak sepopuler gending-gending karawitan Gaya Surakatarta. Hal inilah yang mendorong Sdr. Siswadi dan kawan-kawan membentuk suatu komunitas pemerhati karawitan gaya Yogyakarta yang senantiasa memikirkan pengembangkan gending-gending karawitan gaya Yogyakarta agar lebih diapresiasi, dikenali oleh masyarakat, khususnya para pelaku karawitan itu sendiri.

Dalam kondisi yang demikian, penyajian gending-gending karawitan gaya Yogyakarta di luar tembok Kraton sudah semestinya senafas dengan dinamika dan cita rasa mayarakat di luar istana dengan tanpa menghilangkan cita rasa dan identitas sebagai gending-gending karawitan ‘gagrag Ngayogyakarta’.
|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next