Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Dintib ungkap dua perusahaan yang lalai pajak

Dintib ungkap dua perusahaan yang lalai pajak

Jogjakarta-KoPi| Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta telah menindak dua usaha yang lalai pajak. Dua perusahaan yang diduga telah melanggar pajak, hotel dengan inisial PH yang berada di Jl. Parangtritis dan sebuah rumah makan dengan inisial NN yang berada Jln. C. Simanjuntak

Menurut kepala bidang penegakan perundang-undangan, Udiono dua perusahaan tersebut telah melanggar Peraturan Daerah No. 1 tahun 2011 tentang wajib pajak.

“ Awalnya setelah mendapat laporan kejadian dari masyarakat, Dinas Ketertiban kemudian melakukan cek lapangan. Cek awal dilakukan pada 17 september lalu. Setelah dipastikan bahwa keduanya masih beroprasi maka dilakukan proses hukum lebih lanjut,” jelas Udiono saat konferensi pers di Humas Balaikota Yogyakarta pada Kamis tanggal 19 November 2015.

Udiono menambahkan Dintib telah melakukan pemanggilan terhadap kedua saksi. Untuk tahap awal meminta keterangan dari karyawan dan hotel rumah makan tersebut.

“Kedua saksi yang dipanggil ternyata tidak dapat menunjukan surat tanda pajak. Untuk menguatkan kembali tuduhan terhadapa pelanggaran pajak, maka dilakukan pemanggilan saksi lain, namun hasilnya juga sama,” tutur Udiono.

Sementara pemanggilan pemilki hotel dan restoran akan dilakukan pada 23 november 2015 mendatang.
|Ganisa Kurniasih|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next