Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dintib ungkap dua perusahaan yang lalai pajak

Dintib ungkap dua perusahaan yang lalai pajak

Jogjakarta-KoPi| Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta telah menindak dua usaha yang lalai pajak. Dua perusahaan yang diduga telah melanggar pajak, hotel dengan inisial PH yang berada di Jl. Parangtritis dan sebuah rumah makan dengan inisial NN yang berada Jln. C. Simanjuntak

Menurut kepala bidang penegakan perundang-undangan, Udiono dua perusahaan tersebut telah melanggar Peraturan Daerah No. 1 tahun 2011 tentang wajib pajak.

“ Awalnya setelah mendapat laporan kejadian dari masyarakat, Dinas Ketertiban kemudian melakukan cek lapangan. Cek awal dilakukan pada 17 september lalu. Setelah dipastikan bahwa keduanya masih beroprasi maka dilakukan proses hukum lebih lanjut,” jelas Udiono saat konferensi pers di Humas Balaikota Yogyakarta pada Kamis tanggal 19 November 2015.

Udiono menambahkan Dintib telah melakukan pemanggilan terhadap kedua saksi. Untuk tahap awal meminta keterangan dari karyawan dan hotel rumah makan tersebut.

“Kedua saksi yang dipanggil ternyata tidak dapat menunjukan surat tanda pajak. Untuk menguatkan kembali tuduhan terhadapa pelanggaran pajak, maka dilakukan pemanggilan saksi lain, namun hasilnya juga sama,” tutur Udiono.

Sementara pemanggilan pemilki hotel dan restoran akan dilakukan pada 23 november 2015 mendatang.
|Ganisa Kurniasih|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next