Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dinpar, masih banyak objek wisata yang perlu dibenahi

Suasana liburan di Pantai Sadranan Suasana liburan di Pantai Sadranan

Jogjakarta-KoPi| Kepala Bidang Pemasaran dari Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menegaskan terdapat 140 obyek wisata DIY dan hampir 40% siap dipasarkan. Terdapat 36 obyek wisata alam, 86 budaya, dan 18 obyek wisata benang khusus, semua itu masih perlu di perjelas mana yang diprioritaskan sebelum dipasarkan.

“Dinas pariwisata akan melakukan pembinaan masyarakat dengan sosialisasi mengenai kebersihan, fasilitas, dan pelayanan ditempat wisata melalui inflastruktur aksesibilitas, dan sarana prasarana mengenai sektor pelayanan menjadi program utama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” kata Imam Pratanadi.

Sementara Staf Ahli Jogja Tourism UGM, Condroyono menanggapi benang merah permasalahan pariwisata bisa diselesaikan dengan koordinasi antara pengelola, pemda dan pemkot.

“ Koordinasi itu kata yang mudah, tapi susah dijalankan. Rapat koordinasi terus akhirnya jalan sendiri-sendiri,” tutur Condroyono.

Condroyono juga menambahkan wisatawan tergantung dua hal, antara motivasi dan dayatarik. “Karena semua daerah pasti mempunyai daya tarik dan motivasi untuk dikunjungi oleh wisman dan wisnus”, ujarnya.

Motivasi daya tarik obyek wisata bisa berupa buatan dan alam, obyek atraksi bisa berupa tradisional dan kontemporer, namun disisi lain obyek dan atraksi tidak akan cukup tanpa ada fasilitas dan pelayanan yang memadai.

Persiapan MEA

Anggota Komisi B DPRD DIY, R. B. Dwi Wahyu B., Spd. M. Si mengatakan sektor pariwisata perlu menyoroti permasalahan infrastruktur sarana prasarana dan sumber daya manusia. Terutama untuk menghadapi MEA.

Sementara Staf Ahli Jogja Tourism UGM, Condroyono menanggapi MEA harus dipersipakan sejak awal. “MEA atau tidak ya tetep kita antisipasi mulai saat ini, kalo memang sudah mau bergerak didunia pariwisata ya langkah awal SDM itu lebih baik dilatih mulai saat ini, adanya sertifikasi ketenagakerjaan dalam peningkatan SDM yang handal, maka inflastruktur pelayanan dan fasilitas yang baik dapat terealisasikan diberbagai tempat wisata,” tutur Condro.

Sisi fasilitas pelayanan pariwisata harus menjadi perhatian oleh setiap pemerintah daerah dalam memajukan sektor pariwisata ke mancanegara.

|Cucuk Armanto|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next