Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Dinkes: 75 rumah sakit di DIY, belum merata

Dinkes: 75 rumah sakit di DIY, belum merata

Jogjakarta-KoPi| Propinsi DIY saat ini telah memilki 75 rumah sakit. Dari jumlah 75  tersebut baru 63 yang tercatat sebagai anggota Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia).

Menurut kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Arida kepesertaan rumah sakit dalam Persi dapat mempermudah kesulitan yang dialami oleh rumah sakit tertentu. Terkait dengan permasalahan BPJS yang diperbincangkan oleh rumah sakit pun dapat secara eksklusif dipecahkan bersama.

“Ini (rumah sakit yang bermasalah BPJS) akan masuk kepesertaan jamkesos. Untuk mencari solusi. Memang diakui program baru BPJS ini masih perlu banyak evaluasi,” tutur dr. Arida saat audiensi di kantor DPRD DIY pukul 10.45 WIB.

dr. Arida menambahkan dengan bergabungnya rumah sakit dalam wadah Persi, rumah sakit akan mendapatkan pembinaan intensif. Pembinaan terkait dengan pelayanan rumah sakit standar. Serta pemahaman bersama tentang Permenkes yang masih belum dipedomani sepenuhnya oleh rumah sakit di DIY.

Terlihat masih banyak rumah sakit di DIY yang belum memilki standar mutu pelayaan yang baik. dr. Arida menyayangkan jumlah yang 75 rumah sakit di DIY jauh melebihi kuota, namun masih terkendala pelayanan.

“Banyak rumah sakit jauh dari cukup, mengendalikan jumlah rumah sakit yang sekarang 75, kita akan lihat kualitasnya apa sesuai standard yang ada,” kata dr. Arida.

Selain hal pelayanan, hal yang dirisaukan oleh dr. Arida tentang penyebaran rumah sakit yang tidak merata. Kebanyakan rumah sakit hanya memusat di kota, Sleman dan Bantul.

Sementara Komisi D DPRD DIY, Suwardi mengusulkan untuk diadakan forum membahas keberadaan rumah sakit.

“Rumah sakit kita belum tersebar secara merata di Kulonprogo dan Gunung Kidul sedikit kasian di sana. Dan akan muncul rumah sakit baru di kota yang belum jelas ijinnya,” jelas Suwardi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next