Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Di RS ini, pengobatan tradisional juga masuk rumah sakit modern

Di RS ini, pengobatan tradisional juga masuk rumah sakit modern
Surabaya-KoPi| Pesatnya perkembangan ilmu kedokteran membuat pengobatan tradisional dianggap sebagai hal kuno. Akibatnya, pengobatan tradisional kini sering dipandang sebelah mata. Namun, akhir-akhir ini ilmu kedokteran mulai kembali melirik potensi pengobatan tradisional.
 

Indonesia sebagai negara yang memiliki khasanah ilmu pengobatan tradisional seperti jamu dan pijat juga mulai meneliti khasiat pengobatan tradisional. Penggabungan antara ilmu kedokteran modern dan pengobatan tradisional juga sudah mulai dilakukan.

Di Indonesia, saat ini hanya RSUD Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Universitas Airlangga yang memiliki poli pengobatan tradisional. Menurut Kepala Poliklinik Komplementer-Tradisional RSUD Dr Soetomo Dr. Arijanto Jonosewojo, Sp.PD., FINASIM., pengobatan tradisional sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan masa kini. Paradigma pelayanan kesehatan masa kini adalah mencegah datangnya penyakit, bukan mengobati.

"Pelayanan kesehatan di poli obat tradisional dimulai dulu dengan pencegahan. Selama ini kita tahu nenek moyang kita dulu minum jamu tidak hanya waktu sakit saja, tapi juga sebelum sakit, agar mereka tidak sakit," ungkap dr. Aijanto saat ditemui di sela pembukaan poli obat tradisional di RS Universitas Airlangga.

dr. Arijanto menjelaskan, dulu pengobatan tradisional memang dipandang sebelah mata, karena bersifat empiris. Diturunkan secara turun temurun, dari kakek ke ayah, dari ayah ke anak. "Karena itu, kadang-kadang evidence base-nya tidak jelas. Tapi sekarang sudah banyak riset mengenai khasiat jamu dan tanaman obat lain," jelas dr. Arijanto.

Menurutnya, pengobatan tradisional bisa berjalan bergandengan dengan pengobatan konvensional. Pengobatan tradisional tidak untuk menyaingi pengobatan konvensional, tapi untuk saling melengkapi. Keduanya berjalan beriringan, pengobatan konvensional mana yang bisa digabung dengan pengobatan tradisional, seperti yang dilakukan RSUD Dr Soetomo dan RS Universitas Airlangga.

dr. Arijanto menjelaskan, di RS Universitas Airlangga pasien bisa memilih jenis pengobatan mana yang diinginkan, apakah pengobatan konvensional atau tradisional. Istilahnya rumah sakit dengan dua pintu. Pasien datang bisa langsung memilih apakah berobat secara konvensional atau tradisional. 

"Kami akan jelaskan, bahwa kalau memang bisa diobati dengan pengobatan tradisional akan kami lakukan pengobatan tradisional. Tapi jika memang harus dengan pengobatan konvensional, kami akan jelaskan ke pasien. Karena kadang pasien tidak tahu, tidak semua bisa diobati dengan pengobatan tradisional," terangnya.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next