Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Di RS ini, pengobatan tradisional juga masuk rumah sakit modern

Di RS ini, pengobatan tradisional juga masuk rumah sakit modern
Surabaya-KoPi| Pesatnya perkembangan ilmu kedokteran membuat pengobatan tradisional dianggap sebagai hal kuno. Akibatnya, pengobatan tradisional kini sering dipandang sebelah mata. Namun, akhir-akhir ini ilmu kedokteran mulai kembali melirik potensi pengobatan tradisional.
 

Indonesia sebagai negara yang memiliki khasanah ilmu pengobatan tradisional seperti jamu dan pijat juga mulai meneliti khasiat pengobatan tradisional. Penggabungan antara ilmu kedokteran modern dan pengobatan tradisional juga sudah mulai dilakukan.

Di Indonesia, saat ini hanya RSUD Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Universitas Airlangga yang memiliki poli pengobatan tradisional. Menurut Kepala Poliklinik Komplementer-Tradisional RSUD Dr Soetomo Dr. Arijanto Jonosewojo, Sp.PD., FINASIM., pengobatan tradisional sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan masa kini. Paradigma pelayanan kesehatan masa kini adalah mencegah datangnya penyakit, bukan mengobati.

"Pelayanan kesehatan di poli obat tradisional dimulai dulu dengan pencegahan. Selama ini kita tahu nenek moyang kita dulu minum jamu tidak hanya waktu sakit saja, tapi juga sebelum sakit, agar mereka tidak sakit," ungkap dr. Aijanto saat ditemui di sela pembukaan poli obat tradisional di RS Universitas Airlangga.

dr. Arijanto menjelaskan, dulu pengobatan tradisional memang dipandang sebelah mata, karena bersifat empiris. Diturunkan secara turun temurun, dari kakek ke ayah, dari ayah ke anak. "Karena itu, kadang-kadang evidence base-nya tidak jelas. Tapi sekarang sudah banyak riset mengenai khasiat jamu dan tanaman obat lain," jelas dr. Arijanto.

Menurutnya, pengobatan tradisional bisa berjalan bergandengan dengan pengobatan konvensional. Pengobatan tradisional tidak untuk menyaingi pengobatan konvensional, tapi untuk saling melengkapi. Keduanya berjalan beriringan, pengobatan konvensional mana yang bisa digabung dengan pengobatan tradisional, seperti yang dilakukan RSUD Dr Soetomo dan RS Universitas Airlangga.

dr. Arijanto menjelaskan, di RS Universitas Airlangga pasien bisa memilih jenis pengobatan mana yang diinginkan, apakah pengobatan konvensional atau tradisional. Istilahnya rumah sakit dengan dua pintu. Pasien datang bisa langsung memilih apakah berobat secara konvensional atau tradisional. 

"Kami akan jelaskan, bahwa kalau memang bisa diobati dengan pengobatan tradisional akan kami lakukan pengobatan tradisional. Tapi jika memang harus dengan pengobatan konvensional, kami akan jelaskan ke pasien. Karena kadang pasien tidak tahu, tidak semua bisa diobati dengan pengobatan tradisional," terangnya.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next