Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dana Istimewa Jogja, bikin ketar ketir warga

Dana Istimewa Jogja, bikin ketar ketir warga

Pengucuran Danais Jogja tahun 2015 ini sekitar 1,3 T. Saat ini anggaran fantastis itu dikelola oleh dinas kebudayaan DIY. Banyak instansi berlomba-lomba mengajukan proposal ke Disbud. Tetapi bagi warga, Danais malah bikin ketar ketir karena curiga hanya dibuat sekedar bermain proyek.

Jogjakarta-KoPi| Seperti halnya Dishub yang telah mengambil jatah danais sekitar 1 M untuk menata kembali lalu lintas sepanjang Tugu Pal Putih hingga kraton. Mapping dari Dishub diharapkan untuk menghidupkan kembali filosofis Malioboro. Dinas Pariwisata pun juga mengambil Danais, salah satunya guna menggelar event film bertema kebudayaan Jogja.

Dinas Kepurbakalaan tak kalah sigap. Menurut abdi dalem Masjid Mataram Kotagede, Dwi, sejak Februari lalu sering dilakukan peninjauan komplek Masjid Mataram oleh pemda.

“Sekitar sebulan yang lalu Bupati Bantul, Sri Surya Widati turun ke lapangan langsung cek, bersama dari Dinas Kepurbakalaan. Dengar-dengar rencananya masjid akan direnovasi dibuat atap gantung seperti yang awal dulu. Yang bagian belakang, sisa-sisa pagar Kraton Mataram ini akan diperbaiki”, papar Dwi.

Pemanfaatan Danais yang besar begitu menggiurkan itu justru membuat ketar-ketir sebagian masyarakat. Dwi mengkhawatirkan Danais tersebut akan menjadi proyek semata. Menurutnya Danais harus dipergunakan sesuai undang-undang yang berlaku. Terutama untuk menjadikan Jogja benar-benar istimewa.

Hal serupa juga dikhawatirkan oleh RM. Cahyo bahwa danasis tersebut malah menjadi ajang rebutan oleh banyak pihak. “Adanya danais malah jadi rebutan, di sini harus adanya pengawasan penggunaan ”. ӀWinda Efanur FS

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next