Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dana Desa masih untuk pembangunan infrastruktur

foto by andi foto by andi

Jogja-KoPi│Pembangunan infrastruktur desa masih perlu dilakukan ditahun 2016. Pembangunan infrastruktur desa yang sebelumnya pada tahun 2015 telah menyerap dana sebesar 85% dari dana desa, tahun ini akan menjadi prioritas kembali.

“Berdasarkan hasil evaluasi, infratruktur masih menjadi problematika di tingkat pedesaaan, sehingga prioritas penggunaan dana desa tahun 2016 masih tetap untuk pembangunan infrastruktur pedesaan,” jelas Anwar Sanusi, Sekjen Kemendes, saat diwawancarai di PSKK UGM, Sabtu (9/4).

Anwar Sanusi mengatakan kalau infratruktur sudah bagus, maka dana desa bisa diperuntukkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, dalam artian orang-orang desa diharapkan melakukan organisasi atau perserikatan usaha sehingga bisa membangun usaha baru.”

Pembangunan infrastruktur pedesaan tahun ini berdasarkan pada Pembangunan infrastruktur Pedesaan berbasis padat karya yang bertujuan untuk menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja masyarakat yang ada di desa tersebut.

Menurut Anwar Sanusi, dana pembangunan infrastruktur pedesaan berbasis padat karya harus dapat menyerap tenaga kerja yang ada di dalam desa tersebut, dalam artian pembangunan infrastruktur pedesaan padat karya sejauh mungkin menggunakan bahan-bahan yang ada di dalam desa, dan jangan sampai uang desa tersebut lari keluar desa (desa lain) atau perkotaan.

Dana Desa sudah cair 7 Triliun

Dana Desa sebesar 7 Triliun dari 46,9 Triliun sudah cair tahun ini. Kabupaten-kabupaten yang telah memberikan laporan ke pemerintah pusat sudah menerima dana tersebut. Sebaliknya bagi kabupaten yang belum memberikan laporan maka belum mendapatkan dana tersebut. Menurut Sekjen Kemendes, Anwar Sanusi, “Hal ini dikarenakan kita juga menegakkan prinsip reward dan punishmen, artinya mereka yang tata keleolanya bagus kita segera cairkan.”

Pencairan dana desa tahun ini terbagi ke dalam dua tahap atau termin, yaitu 60% dan 40 % di bulan Maret dan Agustus. “Dengan adanya dana desa tersebut diharapkan perekonomian tumbuh, karena kita sudah melakukan perhitungan dengan dana desa sebesar 46,9 Triliun tersebut terdapat kalkulasi sebesar 1.800 juta masyarakat yang bisa lahir dari kegiatan padat karya dan pembangunan infrastruktur walaupun mereka tidak bekerja full,” jelas Anwar Sanusi.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next