Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Butuh sosialisasi agar masyarakat bisa menerima Vaksin Rubella

Butuh sosialisasi agar masyarakat bisa menerima Vaksin Rubella

Prambanan-KoPi|Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin mengungkapkan perlu ada sosialisasi yang baik untuk mengajak pihak yang menolak diberi vaksin campak dan measless Rubella (MR).

Hal tersebut ia ungkapkan saat melihat adanya gejolak masyarakat dan sekolah muslim di Indonesia yang masih menolak vaksin Rubella dengan dalih vaksin mengandung bahan dari hewan haram seperti Babi.

Lukman pun menyampaikan kepada kemenkes dan penyuluh kesehatan memberikan sosialisasi kepada publik sebelum imunisasi kepada masyarakat dilakukan.

"Oleh karenanya siapapun yang ingin menjalankan progam ini ,harus melakukan sosialisasi yang cukup dan baik beberapa hari sebelum melaksanakan program imunisasi,"ujarnya setelah Lunch Talk di Rama Garden Resto Prambanan,Selasa (8/8).

Penyampaian sosialisasi bisa berupa penjelasan lengkap pada kandungan vaksin,asal mula pembuatan vaksin serta tujuan pemberiannya. Tak hanya itu, penjelasan juga diperlukan hingga ke tahap penyuntikan vaksin.

"Tujuannya agar masyarakat bisa trust (percaya) vaksin dan imunisasi aman dan halal serta idak bertolak belakang dengan kepercayaan agama mereka , ini juga bertujuan agar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut terkait vaksin ini,"ucapnya

Menag pun mengimbuhkan konfirmasi Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang menginformasikan Vaksin Rubella aman dan halal justru memperkuat penerapan langkah lanjut untuk mensosialisasikan vaksin pada pihak yang menolak vaksin.

Lukman menuturkan kemenag tidak perlu sampai turun tangan dalam meredam gerakan penolakan Vaksin Rubella. Ia meyakini hanya tinggal masalah teknis penyampaian penjelasan vaksin sebelum seluruh masyarakat indonesia percaya bahwa vaksin ini aman.

"Cukup kemenkes dan penyuluh kesehatan memberikan sosialiasi yang cukup saja pada publik,saya pikir itu sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next