Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Busyro Muqoddas: Kasus Gayus ada indikasi suap, perlu benahi Menkumham

Busyro Muqoddas: Kasus Gayus ada indikasi suap, perlu benahi Menkumham

Jogjakarta-KoPi| Calon pimpinan KPK Busyro Muqoddas tidak habis pikir dengan ulah Gayus Tambunan bisa bersantai dan makan di restoran dengan status tahanannya pada 9 September lalu. Busyro Muqoddas memandang kejadian ini sebagai tamparan keras bagi Menteri Hukum dan HAM.

"Itu tamparan kepada Menteri Hukum dan Ham untuk lebih konkret melakukan pembenahan lapas,” jelas Busyro seusai diskusi diskusi Darurat Korupsi Mengawal Peta Jalan KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia di Hotel Phoenix pukul 11.20 WIB.

Pembenahan ini berlaku menyeluruh terhadap perangkat penegakan hukum terkait. Tidak hanya level menteri saja namun merembes hingga level bawah pada lembaga pemasyarakatannya.

Selain itu Busyro juga mengomentari langkah Menkumham, Yasonna Laoly untuk memindahkan Gayus ke Lapas Gunung Sindur, tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya hal yang lebih penting pada tingkat perbaikan sistem lembaga pemasyarakatan.

“Memindahkan tidak menyelesaikan masalah, kenapa dipindahkan? Tidak hanya memindahkan saja, tapi sistemnya juga harus dibuka,” imbuh Busro.

Busyro mengajak masyarakat terlibat aktif memantau jalannya penegakan hukum di Indonesia secara keseluruhan tidak hanya pada kasus Gayus. Pasalnya tidak menutup kemungkinan ulah Gayus ini indikasi dari penyuapan terhadap lembaga pemasyarakatan.

“Apa mungkin tanpa suap lalu bisa keluar,” pungkas Busro.
Selama berstatus tahanan tercatat Gayus Tambunan bisa jalan-jalan keluar dari lembaga pemasyarakatan sebanyak 60 kali. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next