Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BPBD imbau warga waspada tiga sungai di Jogja

Bantaran Kali Code di kampung Surokarsan, Mergangsan Bantaran Kali Code di kampung Surokarsan, Mergangsan

Jogjakarta-KoPi| Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota, Agus Winarto menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat tingginya intensitas hujan selama sepekan terakhir.

Khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Winongo, Kali Gajah Wong dan Kali Code. Waspada terhadap kenaikan debit air.

"Selain itu kewaspadaan pada gerakan tanah dan tanda-tanda kerusakan infrastruktur yang ada untuk dilaporkan ke BPBD untuk melakakukan koordinasi," jelas Agus saat ditemui di kantor pada Selasa, 16 Februari 2016.

Tingginya curah hujan di bulan Februari ini memungkinkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Seperti yang terjadi pada setahun yang lalu. Daerah bantaran Kali Winongo mengalami longsor.

"Tapi belum termasuk parah," imbuh Agus.

Agus menambahkan antisipasi lain terhadap tanggul yang jebol. Pasalnya usia infrastruktur penahan banjir tergolong tua.

Seperti kasus jebolnya tanggul di Surokarsan pada banjir tahun lalu. Karena tanggul sudah rapuh.

Pemkot dan jajarannya melakukan gotong royong membuat karung berisi pasir, untuk menahan arus air sungai.

Untuk jebolnya tanggul di kampung Surokarsan, Agus menjelaskan Pemkot akan melakukan perbaikan di tahun ini.

Wilayah Kotamadya merupakan rawan bencana. Terutama kebakaran, gempa dan banjir.

Meskipun saat ini belum terjadi bencana. Agus menegaskan Jogja masih belum dalam status aman.

" Untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana," pungkasnya.

| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next