Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Boni Hargens Meminta maaf dan mengaku bersalah kepada KH Amin Ma'ruf

Foto/Yesia Sinaga Foto/Yesia Sinaga

Jakarta-KoPi| Pengamat politik Boni Hargens mengaku khilaf dan meminta maaf terkait posting foto lama dan kicauannya tentang pernikahan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Twitter, Selasa (22/11/2016). Sebelumnya Boni menulis :

 

 

"Kami ucapkan selamat kepada Bapak Wakil Ketua MUI Ma'ruf Amin yang berusia 73 tahun. Hari ini menikahi wanita cantik Wury Estu Handayani, yang berusia 30 tahunan semoga kedua mempelai berbahagia dan langgeng sampai akhir hayat. Amin Yra." Demikian kicauan Boni.

 

Boni mengaku foto tersebut diambil pada 2014 yang merupakan ranah privat dan tak ada kaitan dengan sikap MUI apalagi bermaksud memojokkan Ketua MUI.

 

"Enggak ada kaitan dengan sikap MUI sekarang. Sangat tidak elok dipakai untuk memojokokkan Ketum MUI," ralatnya di akun twitternya. 

 

Boni Hargens kemudian berinisiatif datang ke Gedung MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu (23/11/2016) untuk meminta maaf secara pribadi pada ulama NU yang diakuinya ia hormati. Boni juga menjelaskan semua ini hanya persoalan teknis.

"Ini bener-bener masalah teknis. Persoalan teknis karena saya sebetulnya tidak tahu itu foto siapa dan itu saya terima dari grup WA, anggota grup WA, dan saya tidak melakukan editing apapun. Saya sadar ini sebuah kesalahan ketika saya di telepon oleh kawan saya dari GP Anshor dan kebetulan saya lagi ada di luar negeri saat itu." Jelas Boni.

"Saya datang kesini sebagai bentuk keikhlasan saya untuk minta maaf dan menyatakan saya memang salah. Saya khilaf telah memposting itu, tapi saya akui itu bukan dari saya kontennya, apapun itu tidak ada urusannya dengan saya. Apapun yang terjadi hari ini merupakan sebuah kesalahan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan pandangan, komitmen, dan respek saya terhadap para ulama." Lanjut Boni Hargens.

Tidak bertemu

Boni Hargens menjelaskan dalam jumpa pressnya meskipun tidak bisa bertemu KH Amin Ma'ruf tetapi ia akan mencoba menemui KH Amin secara pribadi.

"Yang pasti saya akan tetap berusaha menjumpai beliau secara langsung, karena bagaimanapun beliau orang tua, saya juga sudah berbicara dengan beberapa senior di NU, mereka juga menyarankan untuk berjumpa langsung." Jelas Boni.

"Cuman hari ini saya berterima kasih pada Pak Zainud sebagai Wakil Ketum MUI sudah menyambut kehadiran kami hari ini disini, termasuk pak Sekjen," ujarnya.

Sementara itu Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag, Wakil Sekjen MUI menyampaikan apresiasinya kepada Boni Hargens. Anwar menyampaikan keyakinannya bahwa niat baik Boni Hargens meluruskan dan meminta maaf akan disambut positif KH. Amin Ma'ruf.

"Saya yakin beliau adalah orang pemaaf, tapi kami akan memediasi, Pak Boni dan Pak Maaruf mudah-mudahan bisa ada pertemuan yang itu nanti akan dibicarakan berkaitan dengan hal-hal ini, mudah-mudahan ada jalan yang terbaik," ujar Wakil Sekjen MUI.

Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag juga menjelaskan KH. Amin Ma'ruf mengetahui postingan tersebut. Namun, menurutnya Ketua Umum MUI sekaligus Rais Am Syuriah NU ini bersikap arif dan tidak emosi menamggapi.

"Beliau tahu, tapi beliau kan banyak yang kasih tahu, gitu, dan beliau tetap tenang menerima postingan itu, tidak emosi, karena beliau adalah orang cukup arif didalam mensikapi banyak masalah, beliau sangat ingin tahu apasih yang jadi motif itu, kalau nanti pak Boni bertemu beliau mudah-mudahan bisa disampaikan apa kejadian yang sesungguhnya itu." Kata Dr. H. Anwar Abbas, MM, M.Ag.

Pihak MUI juga berharap bahwa kasus ini bisa menjadi hikmah untuk tidak semberangan memposting sesuatu yang belum diverifikasi kebenarannya.

"Mudah-mudahan ini jadi hikmah untuk kita semuanya sehingga kita jadi bisa lebih berhati-hatilah ketika akan memposting satu hal yg belum tentu kebenaranya, saya kira itu hikmahnya," pungkas Anwar Abbas dari MUI.| Yesia Sinaga

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next