Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bila mediasi kedua gagal, Tim Panitikismo buat rekomendasi ke Pengageng Panitikismo

Bila mediasi kedua gagal, Tim Panitikismo buat rekomendasi ke Pengageng Panitikismo

Jogjakarta-KoPi| Ketidakhadiran Eka Aryawan pada undangan mediasi Jumat tanggal 2 Oktober 2015, tidak menyurutkan langkah membuka mediasi kedua kalinya. Mediasi kedua akan dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2015.

Namun Tim Panitikismo, Acil Suyanto menjadikan mediasi kedua sebagai upaya terakhir dari Panitikismo Kraton. Acil mengultimatum agar Eka Aryawan hadir dalam mediasi kedua nanti.

Bila pun nanti berhalangan hadir, Tim Panitikismo akan merapatkan hasil evaluasi dari kedua mediasi untuk mencari solusi terbaik. Tim panitikismo akan tetap membuat rekomendasi kepada Pengageng Panitikismo Kraton, KGPH Hadiwinoto.

“Kami akan buat rekomendasi kepada pengageng KGPH Hadiwinoto, beliau yang akan menentukan, kami kasih rekomendasi apa dengan saran-saran, bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan,” jelas Acil saat ditemui di kantor Panitikismo.

Upaya mediasi yang dilakukan oleh Tim Panitikismo bertujuan untuk mempertemukan kelima PKL dengan Eka Aryawan secara pribadi dengan tanpa didampingi oleh kuasa hukum.

“Agar mereka bisa bicara hati- ke hati,” ungkap Acil.

Sementara kuasa hukum Eka Aryawan, Onchan Poerba mengatakan Eka Aryawan dengan kelima PKL sering melakukan pertemuan. Onchan menampik pertemuan Eka Aryawan dengan kelima PKL hanya saat pengurusan di Polsek pada tahun 2011.

“Klien saya sejak awal, berkali-kali ketemu, ketemu kedua pihak bermusyawarah kelurahan di kecamatan, itu semua secara pribadi bisa ketemu,” jelas Onchan melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next