Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bahkan Riau minta PM Malaysia atasi bencana asap ...

Bahkan Riau minta PM Malaysia atasi bencana asap ...
KoPi| Bencana asap Riau yang saat ini terjadi semakin membawa situasi sangat buruk. 57.000 korban berjatuhan akibat gangguan pernapasan dikarenakan asap yang dihirup setiap hari. Sedikitnnya juga, 5 orang meninggal akibat bencana kemanusiaan kabut asap tersebut.

Lebih dari tiga minggu sekolah diliburkan, tidak ada aliran listrik, tidak ada oksigen, tidak ada penerbangan ke antar kota dan tidak ada pemandangan selain kabut asap yang tebal. Sangat mengerikan, seperti Genosida.

Peristiwa bencana kabut asap ini merupakan imbas atas kebakaran yang terjadi di ribuan titik di Indonesia. Kemunculan titik api itu disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya ialah pola cuaca yang tidak teratur.

Upaya pemerintah dalam menangani penurunan asap masih sangat minim. Bagaimana tidak, 1.563 titik api hanya dipadamkan oleh 7 helikopter dan pesawat water booming, serta tambahan satu casa hujan buatan dibantu dengan 1.594 personil TNI dan Polri. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah masih sangat tidak serius dalam menangani permasalahan kebakaran hutan di Indoonesia. Sebab ketimpangan personil dan bantuan masih sangat minim mengingat ribuan titik tersebut masing-masingnya terbakar luasan hektar.

Masyarakat Riau terus menagih pertolongan pemerintah dalam mengatasi bencana di daerahnya. Bagi masyarakat, pemerintah seperti membunuh 6,3 juta warga Riau secara perlahan. Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam kelompok Melawan Asap bakal melakukan gugatan secara hukum.

Al Azhar selaku Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau mengatakan bahwa bencana asap di Riau saat ini merupakan hasil kejahatan yang merampas hak asasi manusia untuk memperoleh udara segar.

Tidak hanya itu, perekonmian, pendidikan dan sosial di Riau telah perlahan-lahan hilang disebabkan oleh bencana Asap.

Masyarakat meminta pemerintah untuk tetapkan asap Riau menjadi darurat bencana nasional pencemaran udara, dan juga meminta dunia internasional untuk membantu dalam proses pemadaman titik api.

Sebuah surat terbuka rakyat Riau bahkan meminta Perdana Menteri Malaysia untuk membantu warga Riau mengatasi bencana asapnya. Dalam surat yang ditulis oleh Hendri Marhadi, ia meminta agar PM  Najib Razak untuk membantu jutaan rakyat Riau terhindar dari penyakit ISPA dan kanker paru-paru. Ia juga meminta Najib untuk membantu dalam memudahkan biaya pengobatan. Terakhir dalam suratnya Hendri meminta Najib untuk memadamkan titik api yang menyebabkan bencana asap di Riau.

Ironis sekali, melihat Riau merupakan bagian dari negara Indonesia. Namun warganya harus mengemis bantuan pada negara lain menginat kondisi Riau yang sudah lagi sangat memperihatinkan. |Labibah|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next