Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bedah Buku Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi

Bedah Buku Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi

Jakarta-KoPi| Gerakan anti-korupsi bukan cuma bisa dilakukan lewat pendekatan politik, hukum, dan aksi demonstrasi di jalan, tetapi juga perlu digalakkan lewat media seni-budaya. Salah satunya adalah lewat penerbitan buku puisi-esai yang bertema anti-korupsi.

Demikian dinyatakan Satrio Arismunandar, pengarang buku “Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi,” di Jakarta, Selasa (24/3).

Buku itu dijadwalkan diluncurkan di Kampus FISIP-UI Depok, Kamis pagi (26/3), dengan pembahas: Abdullah Hehamahua, mantan Penasihat KPK; Dr. Manneke Budiman, Dosen Sastra FIB-UI; dan Agus R. Sarjono, penyair dan Pemimpin Umum “Jurnal Sajak.”Buku puisi-esai karya Satrio itu berisi profil lima tokoh koruptor, yang ironinya justru berlatar belakang pendidikan dan agama, yang seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakat.

Tokoh-tokoh fiktif yang mengambil inspirasi dari dunia nyata itu adalah: mantan aktivis mahasiswa, dosen teladan, penghafal kitab suci, tokoh partai berwarna agama, dan hakim agung.

Format puisi-esai itu sendiri merupakan sebuah puisi panjang, dengan tema utama kritik sosial. Berbeda dengan puisi biasa, puisi-esai dilengkapi dengan catatan kaki untuk menjelaskan konteks dan konten yang diceritakan dalam puisi.Satrio Arismunandar adalah mantan aktivis mahasiswa, jurnalis, dosen, penulis buku, dan doktor filsafat lulusan FIB-UI. Acara peluncuran buku ini merupakan hasil kerjasama Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP-UI dan penerbit Inspirasi.co.|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next