Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ayip Rosidi kembalikan penghargaan Habibie Center

Ayip Rosidi kembalikan penghargaan Habibie Center

Budayawan Ajip Rosidi mengembalikan Habibie Award berupa uang dan piagam ke Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yayasan SDM-IPTEK), Habibie Center. Penghargaan yang diterimanya pada 2009 bidang kebudayaan ini pun dikembalikan melalui Satpam Habibie Center, Tri Susilo pada Kamis siang (26/5).

“Tidak ada yang mau menerima dan jadinya saya titip ke satpam,” kata Ajip saat jumpa pers di Pusat Dokumentasi Sejarah (PDS) H.B Jassin Jakarta, kamis (26/5).

Sebelumnya, Ajip mengaku telah membuat janji dengan Ketua Yayasan SDM Iptek Habibie Center, Wardiman Djojonegoro. Namun sayangnya, orang yang dimaksud tidak ada di tempat.

Pada dasarnya, Ajip merasa bangga terhadap BJ Habibie yang setiap tahun acap memberikan Habibie Award kepada para ilmuwan, seniman, dan budayawan. Terlebih saat dirinya dinobatkan sebagai penerima pada 2009 di bidang kebudayaan.

Akan tetapi rasa kebanggaan ini beralih kekecewaan saat tim juri memberikan award kepada Prof Nina Lubis pada 2015. Ajip menilai, sosok Nina bukan orang tepat yang mendapatkan penghargaan tinggi tersebut. Sebab, Nina telah melakukan berbagai tindakan plagiat atas buku-buku yang pernah dibuatnya.

Contohnya, buku Negarawan dari Desa Cinta yang pada dasarnya karya dari mahasiswa bimbingannya, Elly Maryam. Elly Maryam dari Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menulis skripsi Peranan dan Pemikiran Mohammad Sanusi Hardjadinata dalam Politik di Indonesia (1945-1985) pada 2003. Tidak ada nama mahasiswa tersebut pada buku yang ditulis atas nama Nina ini.

Tidak hanya berhenti di sini, Nina pun juga telah melakukan hal sama dalam penulisan bahan tentang KH Nur Ali. Ajip juga menerangkan, Nina telah meringkas habis-habisan roman karya Pramoedya tentang Tirto Adhi Soerjo untuk dijadikan tulisannya.

Bahkan, ia melanjutkan, informasinya Nina selalu berkirim surat ke pemerintah daerah untuk proyek penulisan buku tentang pahlawan yang ingin ditetapkan secara nasional. “Dia nulis bukunya sangat sembrono,” tegas Ajip.

Habibie merupakan sosok luar biasa yang sangat patut dibanggakan. Karena kasus ini, niat baik BJ Habibie yang begitu mulia pun telah dimanfaatkan oleh kepentingan pribadi. “Habibie award telah kecolongan,” jelas Ajip. |Republika

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next