Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Angka katarak Indonesia terus meningkat, ini penjelasan dokter

Angka katarak Indonesia terus meningkat, ini penjelasan dokter
Surabaya–KoPi| Katarak masih menjadi penyebab kebutaan yang paling utama di Indonesia. Meski kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi, tidak diikuti dengan penurunan angka penderita katarak. Sebaliknya, angka penderita katarak di Jawa timur semakin tinggi.

“Saat ini ada kekhawatiran bahwa katarak di Jawa Timur akan menjadi masalah. Berdasarkan survei Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), angka kebutaan karena katarak di Jawa Timur meningkat, dari 3 persen menjadi 4 persen,” ungkap dr. Erry Dewanto, Sp.M., dokter spesialis mata dari klinik mata Erry Dewanto Center (Klinik Mata EDC).

Dokter yang dikenal gemar mengadakan aksi sosial tersebut mengatakan bisa jadi hal tersebut disebabkan karena metode survei yang baru. Saat ini survei dilakukan langsung oleh dokter mata, sedangkan survei sebelumnya dilakukan oleh perawat.

“Kalau dilakukan perawat sering banyak yang lolos. Begitu dilakukan survei langsung oleh dokter mata, ketahuan banyak yang punya masalah katarak. Makanya angkanya meningkat,” jelasnya.

Peningkatan memang terlihat di daerah di mana survei dilakukan langsung oleh dokter mata. Di daerah yang surveyornya bukan dokter mata, angkanya justru rendah. Tapi begitu disurvei ulang oleh dokter mata, angkanya jadi meningkat. Dan hal itu terjadi di seluruh Jawa Timur, sehingga penyebarannya hampir merata.

Dokter Erry menyebutkan besarnya angka tersebut akan menyebabkan cataract back log. Apakah cataract back log? Simak di 'Awas cataract back log'.|Amanullah Ginanjar W|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next