Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Sleman-KoPi|Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) gunakan alat detektor Radiasi Portal Monitor(RPM) dan melatih Paspampres sebagai upaya perlindungan presiden dari ancaman radiasi radioaktif.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Bapeten, Prof. Dr. Ir Jazi ketika ditanya terkait pencegahan ancaman teroris nuklir pada Presiden. Bapeten sendiri sudah memasang (RPM) di dalam dan di gerbang istana Presiden sebagai upaya penangkalan teroris nuklir.

"Kita pun memasang detektor radiasi di dalam istana. Pada gerbang juga kita pasang RPM, nantinya orang-orang yang masuk ke istana akan terpantau apakah mereka membawa zat radioaktif atau tidak. Dan jika ada peningkatan radiasi ,alat ini akan mencatatnya,"ujarnya saat ditemui di Auditorium VIP MIPA UGM,Selasa (1/8/

Tidak hanya pemasangan RPM,Bapeten juga berencana melatih sekitar 250 Pasukan pengawal Presiden agar bisa mengoperasikan mobile alat pendeteksi radiasi.

Jazi pun mengakui Indonesia saat ini tertinggal dengan Jepang dalam upaya pencegahan teroris nuklir. Jepang sendiri sudah mengembangkan teknologi drone yang berisikan zat penetralan dan pendeteksian radioaktif untuk mengamankan kantor Perdana menteri Jepang, PM Abe.

Namun demikian ia menekankan drone ini bukanlah cara utama dalam upaya melindungi presiden. Menurutnya langkah yang dilakukan Bapeten saat ini sudah cukup dalam mengamankan presiden dari ancaman radioaktif.

"Drone itu beroperasi dengan waktu yang terbatas karena menggunakan baterei ,dan jika ditembak maka zat radioaktif didalamnya dapat tersebar dan menimpa orang-orang dibawahnya,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next