Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Alat deteksi nuklir dipasang di Istana lindungi Presiden dari Teroris Nuklir

Sleman-KoPi|Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) gunakan alat detektor Radiasi Portal Monitor(RPM) dan melatih Paspampres sebagai upaya perlindungan presiden dari ancaman radiasi radioaktif.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Bapeten, Prof. Dr. Ir Jazi ketika ditanya terkait pencegahan ancaman teroris nuklir pada Presiden. Bapeten sendiri sudah memasang (RPM) di dalam dan di gerbang istana Presiden sebagai upaya penangkalan teroris nuklir.

"Kita pun memasang detektor radiasi di dalam istana. Pada gerbang juga kita pasang RPM, nantinya orang-orang yang masuk ke istana akan terpantau apakah mereka membawa zat radioaktif atau tidak. Dan jika ada peningkatan radiasi ,alat ini akan mencatatnya,"ujarnya saat ditemui di Auditorium VIP MIPA UGM,Selasa (1/8/

Tidak hanya pemasangan RPM,Bapeten juga berencana melatih sekitar 250 Pasukan pengawal Presiden agar bisa mengoperasikan mobile alat pendeteksi radiasi.

Jazi pun mengakui Indonesia saat ini tertinggal dengan Jepang dalam upaya pencegahan teroris nuklir. Jepang sendiri sudah mengembangkan teknologi drone yang berisikan zat penetralan dan pendeteksian radioaktif untuk mengamankan kantor Perdana menteri Jepang, PM Abe.

Namun demikian ia menekankan drone ini bukanlah cara utama dalam upaya melindungi presiden. Menurutnya langkah yang dilakukan Bapeten saat ini sudah cukup dalam mengamankan presiden dari ancaman radioaktif.

"Drone itu beroperasi dengan waktu yang terbatas karena menggunakan baterei ,dan jika ditembak maka zat radioaktif didalamnya dapat tersebar dan menimpa orang-orang dibawahnya,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next