Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Aksi tanda tangan spanduk, tolak apartemen di Plemburan

Aksi tanda tangan spanduk, tolak apartemen di Plemburan

Sleman-KoPi| Warga Dusun Plemburan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman menggelar aksi protes pembangunan apartemen baru pagi tadi.

Penolakan keras terhadap rencana pembangunan ini dilakukan oleh warga RT 01 Plemburan, sebagian warga Pogung, dan Purwosari yang terkena dampak langsung dari apartemen. Sementara warga RT lainnya cenderung setuju.

Penolakan berupa tanda tangan warga " kami menolak apartemen" pada selembar kain putih panjang.

Kain tersebut ditancapkan di depan areal rumah yang akan didirikan apartemen di atasnya.

Menurut ketua RT 01, Suharyono warga menolak pembangunan apartemen karena dikhawatirkan akan mengganggu lingkungan sosial sekitar.

" Alasan kami menolak karena akan menimbulkan dampak sosial, kalau jadi apartemen kan jalan jadi rame itu bikin macet", paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga RT 01, Bekti Apartemen akan mengurangi debit air tanah warga. Pasalnya rencana pembangunan apartemen 12 lantai akan banyak menyedot air tanah warga.

“ Selama ini kalau musim kemarau saja susah air, apalagi kalau jadi didirikan apartmen di sana. Rencananya akan ada sekitar 370 kamar. Kalau dihitung satu orang butuh 100 liter/hari air bersih, jadi sekitar 70 ribu liter per hari diambil oleh apatemen, terus terang kita merasa keberatan”, kritik Bekti. |Winda Efanur FS, Himmatul Khoiroh|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next