Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Akibat fatwakan LGBT halal, Musda Mulia merasa difitnah

Milik Musda Mulia Milik Musda Mulia

KoPi| Prof. Dr. Musda Mulia tokoh femisnisme penerima Yap Thiam Hien 2008, memposting meme dengan isi merasa difitnah sebagai agen Barat dan mata-mata Yahudi. Meme bernada protes itu ia posting pada akun Facebooknya Musda Mulia III, Selasa (24/11).

mm

Profesor dari UIN Hidayatullah Jakarta ini sebelumnya dikenal oleh masyarakat muslim konservatif sebagai penentang agama Islam dengan pendapat-pendapatnya yang kontroversi berkaitan dengan hukum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurut Musda Mulia, LGBT merupakan praktik halal menurut agama.
Tafsir agama, menurut Musda seharusnya disesuaikan dengan kondisi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan tidak bisa hitam putih. Akibatnya, ia kemudian diserang oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan pembelaannya kepada kelompok LGBT.

Fahira Idris, anggota DPD dan Ketua Yayasan Selamatkan Anak Bangsa tercatat sebagai salah satu penkritiknya yang gigih. Fahira bahkan sempat memohon berdialog (debatt) dengan Musda Mulia, namun keinginannya belum mendapat tanggapan.

“Saya sudah mencoba bertemu Musdah Mulia dengan berbagai cara. Saya ingin berdialog dengan beliau namun sepertinya beliau enggan untuk menanggapi permohonan saya,” ujar Fahira kepada beberapa wartawan Muslim belum lama ini di Pondok Indah, Jakarta.| Cucuk Armanto

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next