Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Akibat fatwakan LGBT halal, Musda Mulia merasa difitnah

Milik Musda Mulia Milik Musda Mulia

KoPi| Prof. Dr. Musda Mulia tokoh femisnisme penerima Yap Thiam Hien 2008, memposting meme dengan isi merasa difitnah sebagai agen Barat dan mata-mata Yahudi. Meme bernada protes itu ia posting pada akun Facebooknya Musda Mulia III, Selasa (24/11).

mm

Profesor dari UIN Hidayatullah Jakarta ini sebelumnya dikenal oleh masyarakat muslim konservatif sebagai penentang agama Islam dengan pendapat-pendapatnya yang kontroversi berkaitan dengan hukum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurut Musda Mulia, LGBT merupakan praktik halal menurut agama.
Tafsir agama, menurut Musda seharusnya disesuaikan dengan kondisi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan tidak bisa hitam putih. Akibatnya, ia kemudian diserang oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan pembelaannya kepada kelompok LGBT.

Fahira Idris, anggota DPD dan Ketua Yayasan Selamatkan Anak Bangsa tercatat sebagai salah satu penkritiknya yang gigih. Fahira bahkan sempat memohon berdialog (debatt) dengan Musda Mulia, namun keinginannya belum mendapat tanggapan.

“Saya sudah mencoba bertemu Musdah Mulia dengan berbagai cara. Saya ingin berdialog dengan beliau namun sepertinya beliau enggan untuk menanggapi permohonan saya,” ujar Fahira kepada beberapa wartawan Muslim belum lama ini di Pondok Indah, Jakarta.| Cucuk Armanto

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next