Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Akhirnya terkuak penyebab terjatuhnya Air Asia tahun lalu

Akhirnya terkuak penyebab terjatuhnya Air Asia tahun lalu

Jakarta-KoPi| Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia (KNKTI) menyatakan kesalahan sistem kontrol kemudi adalah faktor utama dalam kecelakaan Desember tahun lalu yang menewaskan 162 orang.

Masalah yang muncul berulang kali terjadi pada sistem kemudi menyebabkan pilot menggunakan autopilot dalam cuaca badai dalam upaya memperbaiki situasi.

Penyidik mengatakan solder pada sistem Rudder Travel Limiter yang membantu gerakan kemudi mengalami keretakan, yang mengarah untuk mengirim sistem peringatan berulang kali ke pilot.

Ketika mereka menerima peringatan yang keempat, pilot menarik sirkuit pemutus pada bagian dari sistem kontrol pesawat dalam upaya untuk me-reset sistem. Hal ini menyebabkan matinya autopilot, dan pada saat itu pesawat mulai bergulir.

“Tindakan yang diambil oleh awak pesawat berujung dengan tidak dapat dikendalikannya pesawat,” menurut laporan tersebut.

Kondisi berkepanjangan itu menjadi penyebab yang berada di luar kemampuan kru untuk dipulihkan,” katanya.

KNKTI juga menambahkan perekam data penerbangan tidak menunjukkan cuaca tidak mempengaruhi pesawat. Keretakan pada solder tidak berfungsi berulang kali, termasuk yang keempat kali selama penerbangan, dan 23 kali di tahun sebelumnya.

Airbus A320 jatuh dalam setengah perjalanan dari Surabaya menuju ke Singapura pada tanggal 28 Desember tahun lalu. |Mahfud Sya’roni|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next